BULUNGAN — Bupati Bulungan Syarwani menekankan pentingnya program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) disusun berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Hal itu disampaikan Syarwani saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda PAUD tingkat Kabupaten, Kecamatan, dan Desa se-Kabupaten Bulungan Tahun 2026 di Gedung PKK Bulungan, Kamis (20/8/2026).
Syarwani mengatakan, persoalan pendidikan anak usia dini yang dihadapi setiap kecamatan maupun desa tidak selalu sama. Karena itu, pendekatan dalam pengelolaan PAUD juga tidak dapat dilakukan secara seragam.
“Persoalan PAUD di setiap kecamatan dan desa berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang tidak bisa disamaratakan,” kata Syarwani.
Menurut dia, Kabupaten Bulungan saat ini memiliki 189 lembaga PAUD dengan jumlah peserta didik lebih dari 7.000 anak.
Jumlah tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi dan perencanaan program yang lebih terarah agar layanan pendidikan anak usia dini benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.
Syarwani mendorong agar pelaksanaan rakor Bunda PAUD ke depan dapat dilakukan secara lebih spesifik di masing-masing kecamatan. Dengan begitu, persoalan yang muncul di tingkat wilayah dapat dibahas secara lebih mendalam sekaligus menghasilkan program yang lebih aplikatif.
“Dengan 189 lembaga PAUD dan lebih dari 7.000 anak di Bulungan, rakor ke depan perlu dilaksanakan lebih spesifik per kecamatan agar pembahasan dan program yang dihasilkan benar-benar efektif serta dapat diterapkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Syarwani juga mengingatkan agar pembangunan pendidikan tidak semata berorientasi pada pencapaian angka dan target administratif.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran lebih besar dalam membentuk karakter dan kualitas anak sejak usia dini. PAUD harus menjadi fondasi awal dalam proses pembentukan sumber daya manusia.
“Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Jangan hanya mengejar angka dan target, tetapi pastikan pendidikan mampu membentuk karakter anak sejak usia dini,” tegasnya.
Ia berharap Rakor Bunda PAUD dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Bunda PAUD di berbagai tingkatan, pengelola lembaga PAUD, serta pemangku kepentingan lainnya.
Dengan koordinasi yang lebih kuat dan pendekatan berbasis kebutuhan wilayah, pengembangan PAUD di Bulungan diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih efektif sekaligus menjangkau kebutuhan anak secara lebih tepat.(*)







