Pergantian pucuk pimpinan di Polda Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan penegakan hukum dan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan Indonesia.
Setelah kepemimpinan Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, tongkat komando kini dipercayakan kepada Brigjen Pol Agus Wijayanto, perwira yang dikenal memiliki rekam jejak kuat di bidang pengawasan dan penegakan disiplin internal Polri.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Polri yang diteken Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pada 7 Mei 2026.
Pergantian ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi dan upaya penguatan institusi Polri di berbagai daerah, termasuk Kaltara
Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy sendiri menjabat sebagai Kapolda Kaltara selama kurang lebih sembilan bulan, terhitung sejak 5 Agustus 2025. Meski terbilang singkat, masa kepemimpinannya meninggalkan sejumlah catatan penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat sinergi lintas sektor di Bumi Benuanta.
Selama memimpin Polda Kaltara, Djati Wiyoto Abadhy dikenal aktif membangun koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat. Di bawah kepemimpinannya, situasi keamanan di provinsi ke 34 ini relatif kondusif di tengah tantangan besar wilayah perbatasan, maraknya aktivitas pertambangan, hingga pengawasan jalur keluar masuk antarnegara.
Djati yang kini menjabat Kapolda Sumatera Barat (Sumbar), menaruh perhatian terhadap penguatan pelayanan publik serta pendekatan humanis kepada masyarakat. Sejumlah agenda pengamanan strategis, mulai dari pengendalian konflik sosial, pengamanan investasi, hingga pengawasan distribusi logistik dan bahan pokok di wilayah terpencil dapat berjalan stabil selama masa kepemimpinannya.
Selain itu, pemberantasan narkotika dan pengawasan kejahatan lintas batas turut menjadi fokus utama. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Kaltara memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan perbatasan dan mencegah peredaran barang ilegal.
Kini estafet kepemimpinan dilanjutkan Brigjen Pol Agus Wijayanto. Perwira lulusan Akpol 1993 itu memiliki pengalaman panjang di bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri serta pengawasan internal. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di Divisi Propam Polri dan Itwasum Polri, yang membentuk reputasinya sebagai sosok tegas terhadap pelanggaran disiplin dan etik anggota.
Rekam jejak Agus Wijayanto dinilai menjadi modal penting menghadapi tantangan kepolisian modern di Kaltara. Selain menjaga keamanan wilayah perbatasan, Polda Kaltara juga dituntut mampu meningkatkan profesionalisme anggota serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Pergantian pimpinan sejatinya bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi bagian dari kesinambungan pengabdian institusi. Apa yang telah dibangun Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menjadi fondasi penting bagi kepemimpinan berikutnya. Sementara ketegasan dan pengalaman pengawasan yang dimiliki Brigjen Agus diharapkan mampu membawa Polda Kaltara semakin profesional, bersih, dan dekat dengan masyarakat.
Harapan masyarakat sangat sederhana yakni keamanan tetap terjaga, pelayanan semakin baik, dan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Di tangan kepemimpinan baru, publik menanti lahirnya wajah Polri yang semakin dipercaya di Bumi Benuanta.(*)
Riwayat Jabatan Brigjen Pol Agus Wijayanto :
* Kapolres Probolinggo Kota
* Kapolres Tulungagung (2010)
* Wadirlantas Polda Kalsel
* Dirlantas Polda Sulteng (2013–2015)
* Kepala SPN Polda Sulsel (2015–2016)
* Anjak Lemdiklat (sekolah sespimti 2016)
* Dirlantas Polda Sulsel (2017–2019)
* Kabaggetika Rowabprof Divpropam Polri (2019–2020)
* Sesrowabprof Divpropam Polri (2020–2022)
* Karowabprof Divpropam Polri (2022—2026)
