TANJUNG SELOR – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat sinergi pembangunan melalui pendampingan langsung terhadap perencanaan pembangunan di seluruh kabupaten dan kota.
Kepala Bappeda Litbang Kaltara, Bertius mengatakan, langkah ini menjadi komitmen Pemprov Kaltara untuk memastikan dokumen perencanaan daerah berjalan selaras dengan tema pembangunan provinsi maupun nasional, sekaligus menyesuaikan kebutuhan dan potensi lokal masing-masing wilayah.
“Pendampingan dilakukan dalam bentuk arahan dan asistensi teknis kepada pemerintah kabupaten/kota dalam penyusunan dokumen perencanaan tahunan, seperti Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD),” kata Bertius, belum lama ini.
“Setiap daerah itu punya karakteristik dan isu strategis berbeda, kami membantu agar tema pembangunan yang dirancang benar-benar menjawab persoalan lokal, sekaligus tetap dalam kerangka kebijakan provinsi dan nasional,” tambah dia.
Dijelaskannya, sejumlah isu strategis menjadi perhatian tiap daerah seperti penurunan angka kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur dasar, serta penanganan wilayah tertinggal dan perbatasan.
Selain itu, Bappeda Litbang Kaltara juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara program daerah dengan program strategis nasional, seperti penanganan stunting, transformasi ekonomi hijau, dan digitalisasi layanan publik.
“Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dianggarkan betul-betul berdampak langsung bagi masyarakat. Efektivitas perencanaan menjadi kuncinya,” tegas Bertius.
Ia menambahkan, Bappeda Litbang Kaltara juga memfasilitasi forum diskusi tematik lintas daerah sebagai wadah berbagi pengalaman dan praktik baik pembangunan. Diharapkan, forum ini dapat memunculkan pendekatan inovatif yang adaptif terhadap tantangan lokal.
“Dengan pendampingan yang intensif, seluruh daerah mampu menyusun dokumen perencanaan yang lebih berkualitas, selaras, dan akuntabel. Sehingga pembangunan dapat merata dan berkeadilan di Kaltara,” tutupnya.(*)
