TANJUNG SELOR — Puluhan titik proyek pembangunan jembatan Bailey di wilayah Apau Kayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), belum rampung alias mangkrak.
Ironisnya, proyek kementerian Pekerjaan Umum (PU) di wilayah Perbstasan itu telah gelontorkan dana puluhan miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Salah satu tokoh masyarakat Apau Kayan, Kuwinglie mengungkapkan, lokasi yang menjadi bagian dari proyek tersebut tersebar di beberapa sungai kecil yang menghubungkan wilayah Kecamatan Sungai Bho, Kayan Selatan, Kayan Hulu dan data Dian.
“Seperti di Sungai Barang hingga jalur Sungai Pengian, ada yang sudah dibangun pondasinya tapi jembatannyq belum terpasang,” ungkapnya, Senin (27/4/2026)
Ia mengatakan, selain berserakan, material jembatan rangka baja itu tertutup semak belukar . Pemandangan itu terlihat oleh warga saat melintas dilokasi pembangunan jembatan.
“Semua material tampak tidak terurus dan rusak, bahkan sudah ada yg tertutup semak belukar,” kata Kuwinglie.
“Proyek itu dimulai sejak 2018 lalu, sampai saat ini belum tuntas. Kami juga tidak tau apa penyebab pembangunan jembatan itu tidak diselesaikan, padahal jembatan sangat diharapkan warga,” sambung dia.
Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala pernah menyampaikan keprihatinannya kondisi pembangunan infrastruktur yang mangkrak.
Hal itu disampaikannya melalui tayangan video singkat yang direkam langsung di lokasi salah satu jembatan yang terbengkalai selama lima tahun terakhir.
Ingkong mengatakan, sejumlah material jembatan telah terpasang sebagian posisinya tidak sesuai dengan rancangan awal. Beberapa bagian struktur terlihat terpelanting, terseret arus, hingga menumpuk tidak beraturan di aliran sungai.
“Ini mangkrak pekerjaan lima tahun lalu, dan akhirnya mubazir. Seharusnya jembatannya terpasang lurus namun sudah terpilas, terputar dan tercampak di sungai,” ujar Ingkong.
“kondisi ini tidak hanya berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran, tetapi juga berdampak langsung pada aksesibilitas masyarakat di kawasan pedalaman dan perbatasan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Satker Direktorat Jenderal Bina Marga pada Kementerian Pekerjaan Umum di Kaltara belum memberikan keterangan resmi terkait pekerjaan jembatan Bailey tersebut.(*)













