TANJUNG SELOR — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat respons kemanusiaan, menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Ketua PMI Kaltara, Risdianto mengungkapkan, PMI kabupaten dan kota se-Kaltara turun ke lapangan membantu penanganan karhutla sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap.
“seluruh jajaran PMI di kabupaten dan kota bergerak sesuai kondisi serta kebutuhan di lapangan, ambulans juga kita kerahkan,” kata Risdianto, Minggu (6/9/2026).
Risdianto bilang, Keterlibatan PMI tidak hanya pada aspek pelayanan kesehatan. Relawan dan personel PMI juga ikut membantu proses penanganan dan pemadaman karhutla bersama unsur terkait di masing-masing wilayah.
“Di tengah kepungan asap, PMI juga memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat. Sebanyak 50.000 masker didistribusikan ke PMI kabupaten dan kota,” ujar Risdianto yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Kabupaten (Pemkab) Bulungan.
“Masker diperuntukkan bagi masyarakat maupun petugas yang berada di wilayah terdampak asap karhutla. Ini dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap,” sambung dia.
Dijelaskannya, selain masker, PMI Kaltara juga memperkuat kesiapan layanan oksigen. Terbaru, PMI Provinsi telah menyalurkan dua unit oksigen konsentrator kepada PMI Kabupaten Malinau untuk mendukung pelayanan bagi masyarakat maupun petugas yang mengalami gangguan pernapasan.
“Bantuan konsentrator oksigen juga diberikan kepada PMI Kabupaten/kota di Kaltara, bantuan ini bagian dari kesiapan PMI dalam menghadapi dampak kesehatan akibat karhutla,” jelas dia.
Ia menegaskan, ketersediaan ambulans juga menjadi bagian penting dalam respons PMI. Armada itu disiagakan untuk mendukung pelayanan kesehatan, mobilisasi petugas, serta penanganan warga apabila membutuhkan pertolongan medis di lapangan.
“Respons PMI ini dilakukan secara terpadu, mulai dari dukungan terhadap proses pemadaman, pelayanan kesehatan, penyediaan ambulans hingga distribusi alat pelindung pernapasan bagi masyarakat,” tegasnya.
Risdianto juga mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap masih terjadi. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami keluhan seperti sesak napas atau gangguan kesehatan lainnya.
Selain itu di sisi pencegahan, masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Peran masyarakat sangat penting untuk mencegah munculnya titik api baru dan menekan meluasnya karhutla
“Pengerahan jajaran PMI di seluruh kabupaten dan kota ini untuk memastikan respons kemanusiaan tetap berjalan di tengah kondisi karhutla dan dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(*)








