TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mempercepat pemetaan talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya memperkuat penerapan sistem merit dalam pengelolaan sumber daya manusia aparatur.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., menegaskan, manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk memastikan pengembangan karier ASN dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kompetensi, kinerja dan potensi masing-masing pegawai.
Hal itu disampaikan Denny saat memberikan arahan pada Sosialisasi Percepatan Implementasi Manajemen Talenta di Lingkungan Pemprov Kaltara yang berlangsung di Aula Gedung Gubernur Kaltara Lantai 1, Rabu (7/10/2026)
“Penerapan manajemen talenta sangat penting dan ini bagian dari reformasi birokrasi yang bertujuan membangun aparatur profesional sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan,” tegas Denny.
“ Saya memandang sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat penerapan manajemen talenta ASN di lingkungan Pemprov Kaltara,” sambung dia.
Ia mengatakan, manajemen talenta tidak boleh hanya dipandang sebagai urusan administratif kepegawaian. Sistem itu harus diterapkan secara nyata dan berkelanjutan untuk mendukung pengembangan karier ASN sekaligus memenuhi kebutuhan organisasi.
Karena itu, Denny meminta seluruh kepala perangkat daerah mengambil peran aktif dalam proses tersebut, mulai dari pemutakhiran data ASN, pengembangan talenta hingga menindaklanjuti hasil pemetaan sesuai kebutuhan masing-masing perangkat daerah.
“Satu hal yang ingin saya tekankan kepada seluruh kepala perangkat daerah yang hadir, yaitu penerapan manajemen talenta ini adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tugas pokok BKD semata,” kata Denny.
Ia menjelaskan, pemetaan talenta diperlukan agar pemerintah memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kompetensi, kinerja dan potensi ASN. Data itu selanjutnya menjadi dasar dalam pengembangan karier dan penempatan pegawai sesuai kebutuhan organisasi.
“Selain pemetaan, Pemprov Kaltara juga mendorong pembentukan talent pool sebagai bagian dari sistem manajemen talenta ASN,” ungkapnya
Sebab, jeberadaan talent pool diharapkan dapat mendukung proses pengisian jabatan secara lebih objektif dan terukur. Pemanfaatan platform digital juga dinilai penting untuk memberikan informasi mengenai jabatan yang tersedia sekaligus membuka proses mobilitas karier ASN secara lebih transparan.
“Dengan sistem manajemen talenta yang baik, kita optimis kualitas pelayanan publik akan meningkat dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin kuat,” Ujarnya.
Ia berharap penerapan manajemen talenta dapat melahirkan ASN yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga motivasi dan inisiatif tinggi dalam menjalankan tugas.
“Kita ingin mencetak ASN dengan skill dan motivasi yang tinggi, penuh inisiatif, terus memperbaiki diri, dan senantiasa berkinerja unggul,” pungkasnya. (*)







