TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan dukungannya terhadap kegiatan eksplorasi minyak dan gas atau migas yang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang tetap mengedepankan transparansi, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat.
Komitmen itu ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov Kaltara, H. Sapi’i, S.T., M.A.P., di kegiatan Sosialisasi Eksplorasi Sumur Minyak Tingkilan-1 PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Lepas Pantai Bunyu di Tanjung Selor, Rabu (22/7/2026)
“Pemprov Kaltara mengapresiasi langkah PHE Lepas Pantai Bunyu yang menginisiasi sosialisasi ini sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan sebelum pelaksanaan eksplorasi,” demikian kutipan sambutan Sekda yang dibacakan H. Sapi’i.
“Langkah ini merupakan wujud komitmen untuk membangun komunikasi yang baik, transparan, dan partisipatif dalam setiap tahapan kegiatan eksplorasi migas,” sambung Safi’i.
Ia menegaskan, Pemprov Kaltara menilai sektor minyak dan gas bumi masih memegang peranan strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Potensi sumber daya alam yang dimiliki Kaltara diharapkan dapat dikelola secara optimal, profesional, dan bertanggung jawab agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, Pemprov Kaltara memberikan dukungan terhadap kegiatan eksplorasi migas yang dilaksanakan sesuai regulasi, mengutamakan aspek keselamatan kerja, menjaga kelestarian lingkungan, serta menghormati hak-hak masyarakat di sekitar wilayah operasi.
“Harapan kami agar forum sosialisasi menjadi ruang dialog yang konstruktif antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat,” tuturnya.
Safi’i bilang, keterbukaan informasi akan membangun saling pengertian, kepercayaan dan sinergi sehingga pelaksanaan eksplorasi Sumur Tingkilan-1 dapat berjalan dengan baik.
“Selain itu, Pemprov Kaltara berharap PHE Lepas Pantai Bunyu terus memperkuat komitmennya terhadap praktik operasi yang baik, perlindungan lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sehingga keberadaan industri migas mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Utara,” ujarnya.
Sapi’i mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga komunikasi yang harmonis dan menciptakan situasi yang kondusif.
“Keberhasilan eksplorasi migas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan teknologi, tetapi juga dukungan seluruh pihak dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya energi yang berkelanjutan, aman dan bermanfaat bagi pembangunan Kalimantan Utara maupun Indonesia,” tutupnya.(*)
