TANJUNG SELOR – Derap langkah perlahan namun penuh percaya diri mengiringi penampilan puluhan lansia di Pura Agung Jagat Benuanta Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) Sabtu (6/6/2026).
Balutan kebaya beraneka warna yang mereka kenakan bukan sekadar busana tradisional, melainkan simbol semangat hidup yang tetap menyala di usia senja.
Puluhan peserta dari Sekolah Lansia Berlian Kabupaten Bulungan itu ambil bagian di Lomba Budaya Kebaya Nasional untuk kategori usia 60 tahun ke atas.
Kegiatan yang diselenggarakan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bulungan bersama Faqih Hasan Center itu menjadi bagian dari peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30.
Di hadapan para tamu undangan dan keluarga yang memberikan dukungan, para peserta tampil anggun dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajah mereka.
Sesekali tepuk tangan penonton mengiringi langkah para lansia yang berjalan di atas panggung dengan penuh kebanggaan.
Ketua panitia, Ida Bagus Komang Sidharahardja mengatakan, kegiatan yang Mengusung tema Sekolah Lansia Sehat dan Sejahtera, Bergembira dan Berdaya dengan subtema Seusia Senja Bergaya, menjadi bukti masa lanjut usia tetap dapat dijalani secara aktif, sehat, dan produktif.
“Oomba kebaya ini bagian dari pembelajaran di Sekolah Lansia Berlian yang selama ini berupaya meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia melalui kegiatan edukatif, sosial, dan budaya,” kata Ida Bagus.
“Kami ingin para lansia tetap aktif, bergembira, menjaga kesehatan, memperkuat kebersamaan, sekaligus ikut melestarikan budaya bangsa. Melalui kegiatan seperti ini, mereka memiliki ruang untuk terus berkembang dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar,” sambung dia.
Semangat pemberdayaan lansia itu juga menjadi perhatian ketua Faqih Hasan Center, Hasanuddin, yang menyebut kolaborasi bersama PWRI dan Sekolah Lansia Berlian merupakan bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Bulungan yang berfokus pada kesejahteraan lansia dan penyandang disabilitas.
“Kami ingin memastikan para lansia tetap berdaya, sehat, dan sejahtera. Karena itu berbagai program pendukung terus kami lakukan, termasuk menghadirkan layanan transportasi yang lebih ramah bagi lansia dan disabilitas,” ujar Hasanuddin.
Sementara itu, Bupati Bulungan Syarwani yang hadir dalam kegiatan itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus memberikan perhatian kepada kelompok lanjut usia.
Ia menilai para lansia memiliki peran penting dalam pembangunan daerah karena pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki.
“Orang-orang tua kita adalah pribadi yang berdaya, kreatif, dan memiliki pengalaman panjang. Mereka merupakan aset berharga Kabupaten Bulungan yang masih dapat terus memberikan kontribusi melalui berbagai aktivitas positif,” ucapnya.
Syarwani menegaskan, kegiatan itu menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan para peserta Sekolah Lansia Berlian yang selama ini aktif mengikuti berbagai program pembelajaran nonformal. Tawa, cerita, dan semangat saling menyemangati terlihat sepanjang acara berlangsung.
“Di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, para lansia ini mengirimkan pesan sederhana namun kuat,” tegas Bupati.
Ia berharap, selama kesehatan, semangat dan kebersamaan tetap terjaga. Selain itu, masa senja dapat menjadi fase kehidupan yang penuh makna, produktif, dan membahagiakan
“Kebaya yang mereka kenakan menjadi salah satu simbol bahwa semangat untuk terus berkarya tidak pernah lekang oleh waktu,” pungkasnya.(*)
