TARAKAN — Marthen Rady resmi memimpin Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kota Tarakan periode 2026–2031. Dalam kepemimpinannya, Marthin menekankan pentingnya menjaga persaudaraan warga Toraja sekaligus memperkuat kontribusi organisasi bagi pembangunan daerah.
Marthen mengatakan, pelantikan kepengurusan baru tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial dan menjadi memomentum awal penguatan kebersamaan dan pelayanan kepada warga Toraja di perantauan.
“Pelantikan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum membangun dan mempererat tali silaturahmi warga Toraja di rantau khususnya di Kota Tarakan,” kata Marthen, Sabtu (15/8/2026) malam.
Ia bahkan membawa semangat “Misa’ Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate” sebagai landasan dalam menjalankan organisasi. Prinsip itu menjadi pengingat agar seluruh keluarga besar IKAT tetap menjaga persatuan dan saling menopang.
“Keberadaan IKAT di Kota Tarakan tidak hanya berkaitan dengan kepentingan internal warga Toraja. Organisasi juga harus mampu hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara lebih luas,” ungkapnya.
Karena itu, kepengurusan IKAT Kota Tarakan periode 2026–2031 akan memperkuat komunikasi internal dan eksternal, meningkatkan transparansi serta akuntabilitas, membangun hubungan yang harmonis dan mendorong partisipasi warga Toraja dalam pembangunan Kota Tarakan.
“Kami ingin membangun organisasi yang maju, inklusif, harmonis dan memberikan manfaat untuk Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Kota Tarakan,” ujarnya.
Marthen mengungkapkan, dalam menjalankan program organisasi ada tiga fondasi yang menjadi perhatian, yakni jaringan, finansial dan keamanan.
“Jaringan diperlukan untuk memperkuat komunikasi dan membuka ruang kolaborasi. Dukungan sumber daya menjadi bagian penting dalam menjalankan program, sedangkan keamanan menjadi tanggung jawab bersama agar kehidupan masyarakat tetap aman dan kondusif,” jelas Marthen.
“Selain itu, IKAT juga siap bersinergi dengan TNI dan Polri menjaga kamtibmas, dengan pola lapor cepat dan redam cepat,” sambung dia.
Marthen juga mengajak seluruh paguyuban di Kota Tarakan untuk membangun hubungan yang harmonis. Perbedaan suku, seharusnya menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan, bukan menjadi sumber perpecahan.
“Kita boleh beda suku, tapi ingat satu tujuan kita, Tarakan aman dan rukun,” tegasnya.
Marthen Rady menyampaikan komitmen IKAT untuk menjadi mitra yang terbuka dalam mendukung pembangunan. bersinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.
“Kami siap bersinergi, siap membantu menyukseskan pembangunan dan menjaga keamanan Kota Tarakan yang kita cintai bersama,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjalankan amanah dengan hati dan ketulusan. Ia mengingatkan bahwa kekuatan IKAT terletak pada kebersamaan seluruh anggotanya.
Dengan semangat “Saroan Toraya”, Marthin ingin menjadikan IKAT sebagai rumah bersama bagi warga Toraja di Kota Tarakan—tempat untuk saling menguatkan, menjaga persaudaraan, sekaligus membuka ruang pengabdian bagi daerah.
“Jadikan IKAT ini rumah bersama yang menaungi, mempersatukan dan membawa berkat, bukan hanya bagi keluarga Toraja tetapi juga bagi Kota Tarakan yang kita cintai,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Pelantikan pengurus IKAT Kota Tarakan dihadiri perwakilan Pemprov melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltara Dr. Bustan, Wali Kota Tarakan Dr. H. Khaerul, unsur Muspida, Ketua IKAT Provinsi Kaltara Ruman Tumbo, Ketua KKSS Kota Tarakan Dr. Hasbi Hasyim, serta para pimpinan paguyuban, sesepuh, tokoh agama dan tokoh masyarakat.(*)







