TARAKAN – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan kunjungan kerja ke PT Phoenix Resources International (PRI) di Juata Permai Kota Tarakan, Senin (9/12/2024).
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsuddin Arfah mengatakan, kunjungan ini untuk melihat langsung progress pembangunan pabrik kertas terbesar di Kalimantan tersebut.
“Manajemen PT PRI menargetkan pabrik kertas ini sudah bisa berproduksi pada Januari 2025. Pembangunan Pabrik ini sedang dalam tahap penyelesaian konstruksi bangunan,” ungkap Syamsuddin Arfah.
“Kami juga sudah membahas bagaimana dampaknya terhadap perekonomian lokal, tenaga kerja, dan lingkungan sekitar pabrik. Pertemuan ini sangat baik, banyak informasi yang kami terima seperti tenaga kerja dan dampak lingkungan,” lanjutnya.
Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) asal Kota Tarakan ini menjelaskan, penggunaan tenaga kerja di pabrik tersebut dibagi dalam tiga kategori diantaranya tenaga kerja lokal, tenaga kerja dari luar daerah Indonesia, dan tenaga kerja asing (TKA). Total tenaga kerja yang bekerja di pabrik kertas ini sekitar 668 orang. Selain itu, ada sekitar 100 orang yang bekerja di outsourcing sebagai petugas keamanan dan sopir.
“sekitar 163 pekerja atau 30 persen dari jumlah tenaga kerja di PT. PRI, berasal dari Kota Tarakan dan wilayah Kaltara lannya. Kemudian, Tenaga kerja asing tercatat sekira 40 orang. Sisanya tenaga kerja dari luar daerah Indonesia,” ujarnya.
Syamsuddin menambahkan, terkait dampak lingkungan juga menjadi pembahasan anggota dewan bersama manajemen PT PRI. Kota Tarakan adalah sebuah pulau yang dikelilingi laut, sehingga pembangunan pabrik di tepi laut berpotensi mempengaruhi nelayan dan petambak lokal.
“Proses pembangunan konstruksi pabrik diharapkan tidak merusak jalan yang dilalui oleh kendaraan proyek. Untuk itu perlu perhatian lebih terhadap pemeliharaan jalan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan,” tegasnya.
Syamsuddin menambhakan, Komisi IV DPRD Kaltara bersama dinas tenaga kerja (Disnker) Provinsi dan Kota Tarakan, terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, baik di bidang pendidikan maupun pelatihan vokasi.
“Sangat pentingnya jalin kerjasama dengan lembaga pendidikan seperti SMK dan Universitas Borneo Tarakan (UBT) untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bekerja di industri besar seperti PT PRI,” tutupnya.(*)







