Kaltara Tak Bisa Hanya Andalkan SDA, Bangun SDM dan Ekonomi Hijau

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai menggeser arah pembangunan menuju konsep berkelanjutan yang berfokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan penguatan ekonomi hijau.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kaltara, Bertius, mengatakan tantangan utama pembangunan di Kaltara tidak hanya soal geografis yang sulit, tetapi juga menyangkut kualitas SDM dan tata kelola pemerintahan.

“Kaltara masih menghadapi persoalan dasar seperti akses pendidikan dan layanan publik yang belum merata. Sebelum membangun besar-besaran, kita harus menyelesaikan dulu persoalan di hulunya,” kata Bertius, Senin (6/10/2025).

“Rendahnya daya saing tenaga kerja lokal menjadi salah satu dampak dari ketimpangan kualitas pendidikan dan minimnya keterampilan profesional. Selain itu, pelayanan kesehatan, kesetaraan gender, dan inklusi sosial juga masih perlu diperkuat agar pembangunan benar-benar merata,” tambah dia.

Dari sisi ekonomi, lanjut Bertius, Kaltara disebut masih terlalu bergantung pada eksploitasi sumber daya alam (SDA) tanpa nilai tambah. Padahal, potensi besar di sektor energi baru terbarukan (EBT) dan ekonomi hijau belum tergarap optimal.

“Kita ingin pembangunan Kaltara tidak hanya mengandalkan SDA. Ke depan, SDM unggul dan ekonomi hijau akan jadi motor utama menuju Kaltara yang tangguh dan berdaya saing,” ujarnya.

Fokus baru tersebut kini dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, yang akan mulai dijalankan tahun depan. Targetnya, hasil konkret dapat terlihat pada tahun 2030.

“Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Kaltara untuk keluar dari ketergantungan pada SDA dan bertransformasi menjadi provinsi dengan ekonomi modern dan inklusif,” tutupnya.(*)