TANJUNG SELOR – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, suasana berbeda terasa di lingkungan Polda Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa (30/6/2026).
Tidak ada barisan pasukan atau kegiatan seremonial yang menonjol. Yang hadir justru lantunan doa dari berbagai agama, dipanjatkan bersama dalam satu ruang dengan harapan yang sama yakni kedamaian, keselamatan, dan pengabdian yang lebih baik bagi masyarakat.
Doa bersama lintas agama yang digelar serentak itu menjadi ruang perjumpaan antara kepolisian dan para tokoh agama di Bumi Benuanta, kegiatan ini menghadirkan pesan sederhana namun kuat, menjaga keamanan tidak hanya bertumpu pada kekuatan hukum dan aparat, tetapi juga pada nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan.
Kapolda Kaltara, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy mengatakan, memasuki usia pengabdian yang ke-80, Polri menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, selain meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayana diperlukan pula kekuatan spiritual sebagai penuntun dalam menjalankan tugas.
“Di usia pengabdian yang ke-80 ini, Polri menyadari bahwa tantangan tugas ke depan semakin kompleks. Selain meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan, kami juga membutuhkan kekuatan spiritual, petunjuk, dan ridho Tuhan Yang Maha Esa,” kata Irjen Djati.
Irjen Djati bilang, doa bersama bukan sekadar agenda rutin menjelang Hari Bhayangkara. Kegiatan itu menjadi momen refleksi bagi seluruh personel untuk kembali mengingat hakikat tugas kepolisian sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kaltara beserta para tokoh agama yang selama ini berperan menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat. Peran mereka dinilai penting dalam menyebarkan pesan-pesan moral yang menyejukkan sekaligus memperkuat persatuan.
“Bersama para tokoh agama, kita membangun kesadaran untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah bangsa,” ujar Djati.
“Mengusung tema Hari Bhayangkara ke-80, “Polri untuk Masyarakat”, Polda Kaltara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang humanis, responsif, dan profesional,” sambung dia.
Jenderal Polisi bintang dua itu menegaskan, keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban tidak bisa dilakukan oleh institusi kepolisian semata.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan memperkuat semangat gotong royong dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kaltara,” tegasnya.
Ia menambahkan, di tengah khidmatnya doa yang dipanjatkan, terselip harapan agar pengabdian Polri yang memasuki usia delapan dekade dapat semakin dekat dengan masyarakat.
“Bukan hanya melalui tugas penegakan hukum, tetapi juga lewat kehadiran yang mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan persaudaraan di tengah keberagaman,” tuturnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Kaltara, Ketua Bhayangkari Daerah Kaltara beserta jajaran pengurus, Irwasda, para Pejabat Utama Polda Kaltara, serta personel kepolisian yang mengikuti doa bersama hingga selesai.(*)







