TANJUNG SELOR – Menjelang akhir masa jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara), Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menerima dua audiensi pada Senin (11/5/2026), yakni kunjungan silaturahmi Komandan Grup 4 Kopassus Brigjen TNI Suharma Zunam serta Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Permancingan Indonesia (APRI) Kaltara.
Dua pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kapolda Kaltara itu menjadi bagian dari penguatan sinergitas lintas sektor menjelang pergantian kepemimpinan di Polda Kaltara.
Dalam kunjungan Dan Grup 4 Kopassus, Brigjen TNI Suharma Zunam hadir didampingi sejumlah pejabat utama, di antaranya Kolonel Inf Syaiful Arif selaku Kasi Intel Grup 4 Kopassus, Letkol Inf Agus Suryanto selaku Danyon 42 Grup 4 Kopassus, serta Kapten Inf Arisa Samudra sebagai Dandenduklog Grup 4 Kopassus.
Pertemuan tersebut membahas penguatan koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Kalimantan Utara yang memiliki posisi strategis.
Kapolda Kaltara menegaskan, soliditas antarinstansi menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan daerah.
“Sinergitas antara Polri, TNI, dan seluruh elemen masyarakat harus terus terjaga. Keamanan dan kondusivitas Kalimantan Utara merupakan tanggung jawab bersama, terlebih wilayah ini memiliki karakteristik perbatasan dan perairan yang strategis,” kata Irjen Djati.
Ia menambahkan, kunjungan itu menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi antarlembaga.
“Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan soliditas TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah perbatasan,” kata Kapolda.
Pada agenda terpisah di hari yang sama, Kapolda Kaltara juga menerima audiensi pengurus DPP APRI Kaltara. Pertemuan ini membahas kolaborasi antara kepolisian dan komunitas olahraga memancing dalam mendukung keamanan wilayah perairan.
Kapolda menilai komunitas pemancing memiliki peran strategis sebagai mitra kepolisian melalui pengawasan aktivitas di lapangan, terutama di kawasan perairan Kaltara yang luas.
“Kami membuka ruang kolaborasi dengan komunitas masyarakat, termasuk APRI, karena keamanan wilayah perairan tidak bisa hanya mengandalkan aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat,” ucapnya.
Selain silaturahmi, audiensi APRI juga membahas rencana penyelenggaraan turnamen memancing yang diharapkan menjadi wadah olahraga sekaligus edukasi masyarakat terkait pelestarian ekosistem laut dan kepatuhan hukum di kawasan perairan.(*)
