TANJUNG SELOR – Ketua DPD Partai Hanura Kalimantan Utara, Ingkong Ala, memberikan arahan tegas kepada seluruh kader Partai Hanura di Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan yang telah melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) IV.
Menurutnya, Muscab bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi momentum strategis untuk memperkuat barisan, menyatukan kembali seluruh elemen partai, dan menyiapkan langkah politik menghadapi Pemilu 2029.
Ingkong Ala menegaskan, kader Hanura tidak boleh bersikap apatis terhadap politik. Ia mengingatkan bahwa kebijakan politik memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari harga komoditas, kebutuhan pokok, hingga arah pembangunan daerah.
“Bagaimanapun, harga komoditi dan kebutuhan pokok kita serta kemajuan pembangunan sangat tergantung dari kebijakan politik. Karena itu politik menjadi kiblat kemajuan sebuah bangsa,” ujarnya.
Ia kembali mengingatkan pesan Munas IV Hanura tahun 2025 melalui tagline “Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera” yang harus diterjemahkan menjadi program nyata di setiap tingkatan kepengurusan, termasuk di Nunukan dan Tarakan.
Khusus kepada kader yang saat ini dipercaya masyarakat duduk di kursi legislatif, Ingkong Ala meminta agar benar-benar hadir di tengah rakyat dan cepat tanggap terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama mereka yang selama ini terpinggirkan.
“Hanura adalah partai organik yang mengandalkan kekuatan rakyat. Maka kader Hanura harus selalu bersama rakyat,” tegasnya.
Pasca Muscab IV, ia juga meminta ketua terpilih di masing-masing daerah untuk merangkul seluruh kader tanpa terkecuali, termasuk pihak-pihak yang sebelumnya menjadi kompetitor dalam proses Muscab.
“Dinamika itu hal biasa dalam organisasi. Yang terpenting setelah Muscab adalah kembali bersatu, saling koreksi, dan bekerja sama membesarkan partai,” katanya.
Ingkong Ala turut menekankan pentingnya konsolidasi struktur dan kelengkapan administrasi partai hingga ke tingkat bawah, termasuk Kartu Tanda Anggota (KTA), sebagai bagian dari kesiapan menghadapi verifikasi internal partai maupun verifikasi oleh penyelenggara pemilu.
Ia menilai, safari politik yang saat ini gencar dilakukan DPP Hanura harus disambut dengan kesiapan organisasi yang matang di daerah.
“Hanura optimistis bisa lolos parliamentary threshold pada Pemilu 2029. Karena itu seluruh pengurus harus bekerja ekstra keras dari sekarang,” ujarnya.
Ingkong Ala menambahkan, selama ini Nunukan dikenal sebagai salah satu lumbung suara Hanura di Kalimantan Utara, sementara Tarakan memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan perolehan suara.
“Kita yakin dengan komitmen kader di daerah, kepercayaan masyarakat akan terus bertambah. Nunukan tetap menjadi lumbung suara, dan Tarakan harus menjadi kekuatan baru Hanura di Kaltara,” pungkasnya.(*)












