TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menyiapkan skema kerja sama dengan PT Tujuan Mulai Makmur (TMM) untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan Apau Kayan, Kabupaten Malinau dari Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) Kalimantan Timur (Kaltim).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara, Bertius mengungkapkan, kerja sama itu akan dituangkan dalam Kesepakatan Kerja Sama antara Pemprov Kaltara dan PT TMM. Intervensi terhadap ruas jalan itu akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan kesiapan di lapangan.
“Rencananya kita akan menyusun Kesepakatan Bersama untuk intervensi ruas jalan tersebut secara bertahap,” ungkap Bertius, Selasa (15/9/2026).
Bertius bilang, secara umum kesepakatan bersama itu akan mengatur pembagian peran dan tanggung jawab antara pemerintah daerah dan perusahaan. Adapun bentuk kerja sama secara teknis akan dibahas lebih lanjut.
“Secara umum intinya dalam kesepakatan tersebut berbagi peran dan tanggung jawab. Secara khusus nanti akan dibahas lebih lanjut,” ujarnya.
Bertius mengatakan, pembahasan kerja sama sejauh ini belum membahas besaran anggaran. Pemerintah dan perusahaan masih berfokus pada teknis pelaksanaan pembangunan.
“Besar anggaran tidak dibahas, hanya teknis pelaksanaannya,” kata Bertius.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pembangunan juga akan menyesuaikan ketersediaan logistik perusahaan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena PT TMM saat ini menghadapi kendala distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan material akibat kondisi sungai di Mahulu yang surut.
“Menyesuaikan ketersediaan logistik perusahaan, karena saat ini perusahaan juga kesulitan BBM karena sungai surut,” ujar Bertius.
Ia menegaskan, dalam skema kerjasama, PT TMM akan menyiapkan material pendukung sekaligus membangun infrastruktur pendukung sesuai dengan perencanaan perusahaan.
“Rencana kerja sama ini merupakan tindak lanjut pembahasan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala bersama PT TMM terkait percepatan pembangunan infrastruktur jalan menuju Apau Kayan,” tegasnya.
Sebelumnya, dalam pertemuan Wagub Kaltara, Ingkong Ala bersama jajaran direksi PT TMM menjelaskan, akses menuju Apau Kayan dari arah selatan selama ini berkaitan dengan ruas jalan PT Sumalindo dan Long Bagun. Sementara dari sisi utara terdapat jaringan jalan paralel nasional yang menghubungkan Malinau-Langap-Long Kemuat-Pujungan-Data Dian – Long Nawang hingga Mahak besar (Sungai Boh) yang memiliki total panjang sekitar 459,18 kilometer.
“Sejumlah ruas itu masih membutuhkan pembangunan dan penyambungan agar konektivitas menuju kawasan pedalaman dan perbatasan semakin optimal,” ungkapnya.
Ingkong bilang, salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah Long Kemuat -Long Alango – Pujungan sepanjang sekitar 25 kilometer. Selain itu, terdapat rencana pembangunan jalan paralel nasional yang menghubungkan Long Pahangai dengan Sungai Boh sepanjang sekitar 90 kilometer.
“Pemprov Kaltara mendorong percepatan pembangunan ruas Long Pahangai-Sungai Boh yang telah masuk dalam jaringan jalan nasional berdasarkan Permen PUPR Nomor 817/KPTS/M/2024,” ujar Ingkong.
Pemerintah daerah juga berencana mengusulkan ruas jalan Km. 122 hingga Km 147 sepanjang 25 Km, yang merupakan ruas jalan PT. Sumalindo berada di wilayah perbatasan Kaltim-Kaltara menjadi jaringan jalan provinsi.
“Usulan ini diharapkan memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk ikut mendukung pemeliharaan jalan melalui APBD sesuai kewenangan,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, dalam pembahasan bersama PT TMM, Pemprov Kaltara juga membuka peluang kerja sama dalam pemeliharaan ruas Km 122-Km 147.
“Kerja sama ini diharapkan dapat menjaga kondisi akses tetap layak dilalui masyarakat sembari menunggu penanganan infrastruktur secara lebih menyeluruh,” pungkasnya.(*)
