TANJUNG SELOR – Dalam upaya meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah, Bappeda dan Litbang Provinsi Kalimantan Utara menggelar sosialisasi uji kompetensi Jabatan Fungsional (JF) Perencana, dengan narasumber Dr. Guspika, MBA, dari Bappenas.
Dr. Guspika menekankan peran strategis perencana sebagai perumus kebijakan (policy analyst) dan penasihat pimpinan (strategic advisor).
Menurutnya, setiap jenjang JF Perencana memiliki fokus kompetensi yang berbeda yakni Ahli Utama berorientasi kebijakan jangka panjang, Ahli Madya dengan analisis strategis, Ahli Muda pada taktik jangka pendek, dan Ahli Pertama pada pelaksanaan operasional.
“Kunci sukses seorang perencana adalah memahami isu secara mendalam sebelum merancang intervensi. Analisis yang tepat akan memastikan kebijakan publik menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Dr. Guspika, beberapa waktu lalu
Selain itu, peserta diberikan pembekalan menyusun policy paper, buku referensi, laporan penelitian, atau artikel ilmiah, yang menjadi bukti kompetensi dalam kenaikan jenjang jabatan.
“Kegiatan ini diharapkan memperkuat profesionalisme perencana di Kaltara, sekaligus meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah yang berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
Untuk diketahui, pendaftaran online uji kompetensi dibuka hingga 30 September 2025, dan berkas fisik harus masuk paling lambat 27 Oktober 2025, sebagai bagian dari persiapan calon pejabat fungsional perencana menghadapi tantangan pembangunan di era modern.(*)
