Bappeda Optimis Capai Target Nasional Penurunan Stunting, Tana Tidung dan Tarakan Terendah di Kaltara

TANJUNG SELOR – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) optimis dapat mencapai target nasional penurunan stunting sebesar 14 persen.

Kepala Bappeda Litbang Kaltara, Bertius mengungkapkan, berdasarkan data prevalensi stunting di Kaltara telah mengalami penurunan signifikan.

“Untuk tahun 2024 prevalensi stunting berada di angka 17,6 persen, angka ini meningkat 0.2 dari angka prevalensi stunting tahun 2023 yaitu 17,4 persen. Sebelumnya berada di angka 22 persen,” kata Bertius, Jumat (22/8/2025).

“Dari data tersebut Kaltara belum capai target nasional, untuk tahun 2025 prevalensi stunting akan diukur pada tahun 2026, kita optimis bisa memenuhi target nasional,” tambah dia.

Bertius mengungkapkan, lima daerah atau Kabupaten Kota di Kaltara memiliki sejumlah hambatan dalam penanganan stunting seperti letak geografis dan aksebilitas, akses layanan kesehatan, ketersediaan soal ketahanan pangan, sosial budaya dan perilaku.

“Wilayah Kaltara ini cukup luas termasuk ada daerah terpencil dan Perbatasan, distribusi pangan bergizi pun belum merata,” ungkapnya.

Pihaknya terus mendorong setiap Pemerintah daerah di Kaltara membuat program pencegahan stunting yang fleksibel dan sesuai dengan pokok permasalahan stunting di daerah masing-masing.

“Hal terpenting yakni fokus mencegah adanya kasus baru stunting dengan program berkelanjutan, memulai dari hulu persoalannya dan memeriksa kesehatan secara berkala,” ujarnya.

Bertius menjelaskan, berdasarkan data hasil status gizi di Kementerian kesehatan (Kemenkes) pada tahun 2024 lalu. Angka Balita stunting tertinggi berada di Kabupaten Malinau yakin 26,1 persen, Nunukan 21,7 persen, Bulungan 15,9 persen.

“Terendah ada di Tana Tidung (7,4 persen) dan Kota Tarakan (12,4 persen), tapi saya yakin kerja sama dan strategi yang tepat, target penurunan stunting sebesar 14 persen dapat tercapai,” tutupnya.(*)