TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menghadapi tantangan regenerasi aparatur seiring bertambahnya jumlah aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas atau pensiun.
Bupati Bulungan Syarwani mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir sedikitnya 149 ASN di lingkungan Pemkab Bulungan telah pensiun. Mereka berasal dari berbagai sektor strategis, mulai tenaga kesehatan, tenaga pendidikan hingga pejabat struktural.
“Ini menjadi tantangan besar bagi daerah. Jumlah ASN terus berkurang karena memasuki masa pensiun, sementara kebutuhan pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan optimal,” kata Syarwani saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang dirangkaikan dengan kegiatan Sekolah Lansia Berlian di Pura Agung Jagat Benuanta Bulungan, Sabtu (6/6/2026) kemarin.
Syarwani mengungkapkan, tantangan itu tidak hanya berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga menyangkut ketersediaan jumlah aparatur untuk menjalankan fungsi pemerintahan dan pelayanan publik.
Apalagi, Kabupaten Bulungan yang memiliki wilayah sekira 13 ribu kilometer persegi dengan 10 kecamatan serta 74 desa dan kelurahan, membutuhkan dukungan SDM yang memadai untuk melayani lebih dari 170 ribu penduduk.
“pemerintah daerah dihadapkan pada keterbatasan fiskal yang membuat kebijakan penambahan pegawai harus dilakukan secara hati-hati,” kata Syarwani.
Syarwani menjelaskan, pemerintah harus menjaga keseimbangan antara belanja pegawai dan kebutuhan pembangunan daerah.
“Ketika belanja pegawai terus meningkat, tentu ada sektor lain yang harus dikurangi. Sementara pemerintah juga memiliki kewajiban menyediakan anggaran pembangunan dan pelayanan publik bagi masyarakat,” jelas Syarwani.
“Karena itu, Pemkab Bulungan saat ini mengandalkan kolaborasi antara ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk menjaga kualitas pelayanan sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah,” sambung dia.
Syarwani menilai keberadaan PPPK telah memberikan kontribusi penting dalam mengisi kebutuhan tenaga aparatur di berbagai sektor.
“Saya berharap sinergi antara ASN dan PPPK terus diperkuat agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif di tengah keterbatasan SDM yang ada,” ujarnya.
Syarwani juga menyampaikan apresiasi kepada para pensiunan ASN yang kini tergabung dalam berbagai organisasi lansia. Menurutnya, pengalaman panjang yang dimiliki para purnatugas tetap menjadi aset berharga bagi daerah.
“Orang-orang tua kita adalah aset dan mutiara Kabupaten Bulungan. Pengalaman panjang yang dimiliki menjadi modal berharga untuk terus memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah,” tuturnya.
Ia berharap para purna tugas tetap dapat memberikan masukan dan inspirasi bagi generasi aparatur saat ini, sehingga proses regenerasi birokrasi di Kabupaten Bulungan dapat berjalan dengan baik di tengah berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi daerah. (*)
