APAU KAYAN – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara), Irjen Hary Sudwijanto mengunjungi wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di wilayah Apau Kayan tepatnya desa Long Ampung Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau, Jumat (10/1/2025).
Kehadiran Jenderal bintang dua di perbatasan ini untuk melihat langsung kondisi warga perbatasan sekaligus menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Long Ampung yang telah menjaga keamanan dan ketertiban meskipun berada dalam kondisi serba terbatas.
“Kami hadir di sini untuk memastikan masyarakat di perbatasan juga mendapatkan perhatian yang sama terkait keamanan maupun kesejahteraan warga perbatasan,” kata Kapolda.
“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah perbatasan ini,” lanjutnya.
Kapolda juga menekankan pentingnya peran Polri dalam melayani dan melindungi masyarakat di seluruh pelosok negeri, tanpa terkecuali di daerah perbatasan.
“Tidak hanya di Long Ampung, Polri akan terus berikan perhatian khusus di perbatasan yang ada di Kaltara. Khususnya untuk mendukung pembangunan wilayah perbatasan sebagai garda terdepan NKRI (negara kesatuan republik Indonesia),” tegas Irjen Hary Sudwijanto.
Kapolda mengakui, desa Long Ampung di Perbatasan masih memiliki keterbatasan
Seperti infrastruktur dan akses layanan publik berupa fasilitas kesehatan dan pendidikan.
“Semoga wilayah perbatasan ini bisa mendapat perhatian serius pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat,” ujarnya.
Kunjungan ini juga dimanfaatkan Kapolda untuk meninjau situasi keamanan di wilayah Long Ampung. Ia pun memberikan arahan kepada jajaran Polsek setempat untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dengan TNI dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.
“Semangat kebersamaan ini harus terus kita jaga. Bersama kita bangun perbatasan menjadi garda terdepan NKRI yang aman, damai, dan sejahtera,” tegas Kapolda.
Dalam kunjungannya, Kapolda Kaltara bersama Ketua Bhayangkari Daerah Kaltara membawa bantuan berupa sembako, pakaian untuk anak-anak mulai dari TK hingga SMA, serta bibit tanaman untuk mendukung kegiatan bertani masyarakat.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang selama ini hidup dengan keterbatasan akses ekonomi.
Selain itu, rombongan juga menyediakan layanan kesehatan gratis, yang meliputi pemeriksaan laboratorium sederhana, konsultasi dengan dokter, pemberian obat-obatan, hingga pemeriksaan tanda vital seperti tekanan darah dan suhu tubuh. Diharapkan, program ini menjadi sangat berarti bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan dalam mendapatkan layanan kesehatan.
Salah seorang warga Long Ampung, Maria (45), menyampaikan rasa haru dan syukur atas kunjungan tersebut.
“Kami sangat senang Kapolda bisa datang ke tempat kami. Ini pertama kali kami dikunjungi pemimpin setingkat Kapolda. Semoga ini menjadi awal perhatian lebih bagi wilayah perbatasan,” kata Maria.
Kunjungan Kapolda beserta rombongan ini pun mendapat sambutan hangat dari warga setempat dengan prosesi adat dan tarian tradisional.
Camat Kayan Selatan, Hendrik Lencau mengatakan, mayoritas masyarakat Dayak Kenyah di desa Long Ampung bersyukur atas kunjungan bersejarah ini.
“Kami merasa bangga dan berterima kasih atas kunjungan Kapolda yang pertama mengunjungi wilayah perbatasan di Apau Kayan ini khusus di desa Long Ampung,” ujar Hendrik.
“Kehadiran bapak Kapolda beserta rombongan merupakan kehormatan yang sangat besar bagi kami. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa masyarakat Long Ampung tetap mendapatkan perhatian dari pemerintah, khususnya Polri. Selain itu, kunjungan bersejarah ini memberikan motivasi besar bagi kami untuk terus menjaga keutuhan dan keamanan wilayah perbatasan, apalagi ini adalah pertama kalinya pejabat setingkat Kapolda berkunjung ke desa kami,” tambahnya.
Hendrik juga menambahkan bahwa kehadiran Kapolda di wilayah perbatasan memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kerja sama demi kemajuan desa.
Untuk diketahui, Desa
Long Ampung merupakan salah satu desa di wilayah Apau Kayan yang terletak di kawasan pegunungan dengan dikelilingi oleh hutan tropis yang asri, desa ini berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Namun, untuk mencapai wilayah ini perjalanan hanya bisa ditempuh melalui jalur udara menggunakan pesawat perintis. Jika melalui jalur darat membutuhkan waktu berhari-hari dengan kondisi medan yang sulit. Secara demografi, mayoritas penduduk desa ini adalah masyarakat Dayak Kenyah yang hidup dari pertanian, berburu, dan memanfaatkan hasil hutan. Budaya lokal yang kaya, seperti seni ukir, tarian adat, dan tradisi gotong-royong, menjadi salah satu ciri khas kehidupan masyarakatnya.(*)







