Wagub Kaltara, Ingkong Ala Ingatkan Bulan K3 Jangan Sekadar Seremonial

TANJUNG SELOR – Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional di Kalimantan Utara diminta tidak berhenti pada seremoni tahunan.

Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala menegaskan, momentum ini harus dimaknai sebagai langkah konkret memperkuat perlindungan tenaga kerja di seluruh sektor.

Penegasan itu disampaikan saat menjadi pembina apel Bulan K3 Nasional di Lapangan PT Abdi Borneo Plantations, Desa Apung, pada Kamis (12/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ingkong membacakan amanat Menteri Ketenagakerjaan RI, .

Ia juga mengingatkan, dengan jumlah pekerja Indonesia yang mencapai lebih dari 146 juta orang, potensi risiko kerja juga tidak kecil. Karena itu, penguatan sistem keselamatan tidak bisa dipandang sebagai pelengkap, melainkan fondasi utama dunia usaha.

“Bulan K3 Nasional jangan hanya menjadi agenda seremonial. Ini saatnya mengevaluasi komitmen kita dalam melindungi pekerja,” tegasnya.

Menurutnya, setiap kecelakaan kerja harus dilihat sebagai peringatan atas masih adanya celah dalam sistem.

“Proses kerja yang tidak aman, peralatan yang tidak layak, pengawasan yang lemah, hingga budaya K3 yang belum mengakar menjadi faktor yang perlu dibenahi secara menyeluruh,” ujarnya.

Ingkong menekankan, pendekatan terhadap K3 harus bersifat preventif dan sistematis, bukan reaktif setelah insiden terjadi. Perubahan pola pikir dan penguatan budaya kerja aman menjadi kunci agar produktivitas dan keselamatan dapat berjalan beriringan.

“Sepanjang 2025, Kementerian Ketenagakerjaan telah melakukan sejumlah langkah penguatan, mulai dari penyempurnaan regulasi dan standar K3, peningkatan pelatihan dan sertifikasi, digitalisasi layanan, hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ungkap Wagub Ingkong.

“Tahun ini, Bulan K3 Nasional mengangkat tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal dan Kolaboratif”, yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja dalam mencegah kecelakaan kerja,” sambung dia.

Dalam apel tersebut, selain menyaksikan simulasi pemadaman kebakaran sebagai bentuk edukasi dan kesiapsiagaan di lingkungan kerja.Wagub Ingkong juga menyerahkan penghargaan Zero Accident.(*)