TANJUNG SELOR – Vamelia Ibrahim, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara), memberikan perhatian khusus terhadap isu kesetaraan gender di Bumi Benuanta (sebutan Kaltara) ini. Hal itu sebagai upaya mencegah kasus kekerasan pada anak dan perempuan yang kian marak terjadi.
“Masyarakat kita relatif belum terbangun kesetaraan gender, perempuan yang memang lebih banyak menjadi sasaran kekerasan. Rata-rata yang menjadi keluhan masyarakat itu, lebih banyak pada bidang infrastruktur,” kata Vamelia, beberapa waktu lalu.
Ia juga mengimbau dinas terkait untuk menyosialisasikan peningkatan kualitas keharmonisan keluarga dalam mewujudkan kesetaraan gender dan hak anak.
“Saya sebagai perempuan itu mikirnya bagaimana pandangannya terhadap perempuan sekarang yang kurang pemberdayaan. Nah ini tidak ada, mereka masih bicara yang utama soal kebutuhan,” ungkap legislator perempuan Partai Amanat Nasional (PAN) asal Tana Tidung ini.
“Ketertarikan saya berbicara soal isu kesetaraan gender ini, karena kondisi saat ini masih banyak perempuan yang bekerja, namun masih kurang dengan perlindungannya,” lanjutnya.
Menurutnya, persoalan kasus kekerasan terhadap perempuan yang masih kerap terjadi di Kaltara, disebabkan oleh banyak faktor. Bisa karena faktor ekonomi, bisa juga karena perempuan yang belum siap untuk memiliki anak. Selain itu, layanan informasi, edukasi, dan konseling bagi keluarga juga diperlukan guna menciptakan keluarga yang harmonis, sehat dan sejahtera.
“Pada prinsipnya, persoalan perempuan dan anak di Kaltara ini, harus menjadi atensi khusus mengingat masih kerap terjadi kekerasan yang dilakukan terhadap perempuan dan anak,” tutupnya.(*)







