TANJUNG SELOR – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Long Lasan, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.
Sedikitnya tujuh rumah warga hangus terbakar, sementara dua rumah lainnya terdampak akibat peristiwa tersebut.
Selain rumah warga, tiga bangunan sarang burung walet juga turut terdampak dalam insiden yang terjadi di kawasan permukiman padat tersebut.
Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunanto melalui Kapolsek Peso, Ipda Dwi Hadi P membenarkan peristiwa kebakaran itu.
“Berdasarkan hasil pengecekan awal, api diduga pertama kali muncul dari rumah milik warga bernama Yapet Lawing,” kata Ipda Dwi.
Dijelaskannya, saat kejadian korban Yapet Lawing sedang tertidur di dalam kamar. Ia baru terbangun setelah keponakannya menendang pintu kamar sambil berteriak memberi tahu adanya kebakaran.
“Korban keluar kamar dan mendapati bagian atap dapur rumahnya sudah terbakar. Karena api dengan cepat menyambar bagian atas rumah, korban bersama anggota keluarga langsung keluar menyelamatkan diri tanpa sempat mengevakuasi barang berharga,” ujar Ipda Dwi.
Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi bernama Yohanes, kebakaran diketahui sekitar pukul 15.00 Wita setelah terdengar teriakan warga.
“Saat itu, saksi melihat bagian dapur rumah korban sudah dilalap api. Warga sekitar kemudian berupaya mengevakuasi barang-barang berharga milik korban sekaligus melakukan pemadaman secara manual,” ujar Ipda Dwi.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat korsleting arus listrik di rumah milik saudara Yapet Lawing. Selain itu, kondisi bangunan yang mayoritas berbahan kayu membuat api cepat membesar dan merembet ke rumah lainnya,” sambung dia.
Ia menambahkan, proses pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat Desa Long Lasan, Long Peso, Long Bia, dan Muara Pangean, dibantu personel Koramil Peso serta personel Polsek Long Peso.
“Api akhirnya berhasil dipadamkan menggunakan air profil dan air selokan di sekitar lokasi,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp700 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Api sudah berhasil dipadamkan dan saat ini situasi di lokasi dalam keadaan aman serta terkendali,” tutup Ipda Dwi Hadi P. (*)
