TARAKAN – Realisasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kalimantan Utara (Kaltara), hingga saat ini masih jauh dari target.
Anggota Komisi VII DPR RI, Rahmawati mengatakan, dari total kuota 1.000 unit rumah yang dialokasikan pemerintah pusat untuk wilayah Kaltara, baru 171 unit yang terealisasi.
“Rendahnya serapan program ini berpotensi membuat alokasi bantuan untuk Kaltara dialihkan ke provinsi lain yang dinilai lebih siap menjalankan program,” kata Rahmawati, Sabtu (2/5/2025).
“Setiap provinsi mendapat aspirasi. Setiap kabupaten ada 200 rumah, misalnya Tarakan 200, Bulungan 200. Tapi realisasinya masih jauh dari target,” sambung dia.
Politisi Gerindra ini mengungkapkan, setiap kabupaten dan kota di Kaltara memperoleh alokasi sekitar 200 unit rumah melalui program BSPS. Namun, hingga kini realisasi di lapangan belum menunjukkan perkembangan signifikan.
“Misalnya realisasi dari aspirasi di Kabupaten Bulungan baru mencapai sekita 30 unit rumah. Sementara di daerah lain, termasuk Kota Tarakan, sebagian masih berada dalam tahap proses administrasi dan verifikasi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, dengan capaian 171 unit dari target sekitar 1.000 unit harus dilakukannya percepatan pelaksanaan program sehingga kuota bantuan tidak hangus.
“Takutnya nanti diambil oleh provinsi lain,” tegasnya.
Untuk mengurai persoalan tersebut, Rahmawati berencana melakukan evaluasi langsung ke setiap kabupaten dan kota di Kaltara. Langkah itu dilakukan untuk mengetahui hambatan yang menyebabkan realisasi program berjalan lambat.
“Nanti saya akan bertanya ke setiap kabupaten apa kendalanya sehingga belum mencapai target. Padahal banyak rumah yang perlu kita bantu,” ujarnya.
Rahmawati bilang, pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi bantuan perumahan dari pemerintah pusat agar tetap terserap maksimal di bumi Benuanta ini.
“Saya akan push agar aspirasi dari pusat ini cepat dikejar,” tutupnya. (*)
