TANJUNG SELOR – Anggota DPR RI Daerah pemilihan (Dapil) Kalimantan Utara (Kaltara), Rahmawati mendorong agar potensi dan kepentingan Kaltara menjadi bagian penting dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Komoditas Strategis.
Hal itu disampaikannya dalam rapat pleno penyusunan RUU Komoditas Strategis di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
“Kita ingin memastikan komoditas unggulan Kaltara memperoleh perhatian dalam kebijakan nasional dan menjadi bagian sentral dalam pembahasan RUU ini,” ujar Rahmawati.
Rahmawati yang juga anggota Fraksi Gerindra itu bilang, Kaltara memiliki potensi komoditas yang perlu diperkuat seperti udang, rumput laut dan sektor pertanian serta potensi perikanan lainnya untuk itu pengembangan komoditas perlu diiringi dengan dukungan pemerintah pusat terhadap petani, nelayan dan pembudidaya di Kaltara.
“Jangan sampai Kaltara hanya menjadi lumbung bahan mentah, tetapi harus mendapat nilai tambah, industri pengolahan dan kepastian harga,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, Pembahasan RUU Komoditas Strategis memiliki relevansi bagi Kaltara karena struktur ekonomi daerah berkaitan dengan sumber daya alam, energi, pertanian, perkebunan, perikanan dan potensi hilirisasi.
Apalagi, Pemerintah pusat telah mengidentifikasi berbagai komoditas strategis untuk dikembangkan melalui kebijakan hilirisasi. Seperti tertuang di fokumen kebijakan fiskal 2026 mencakup sektor mineral dan batu bara, minyak dan gas bumi serta komoditas pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan.
“Arah kebijakan itu membuka peluang pengembangan industri pengolahan dan peningkatan nilai tambah komoditas di daerah penghasil seperti Kaltara,” jelasnya.
Ia menegaskan, penguatan sektor hilir di Kaltara perlu didukung dengan infrastruktur, akses pasar, kepastian permodalan dan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok.
“Pembahasan RUU ini perlu memperhatikan kondisi daerah, sehingga pengaturan komoditas strategis tidak hanya berorientasi pada kepentingan nasional, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kaltara,” pungkasnya.(*)












