TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong peningkatan produksi jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Tercatat, hingga Triwulan I 2026, progres penanaman jagung di wilayah Provinsi ke-34 ini telah mencapai 66,31 hektare (ha).
Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy mengatakan, pengembangan jagung menjadi salah satu fokus karena komoditas jagung dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah.
“Jagung merupakan komoditas strategis yang terus kita dorong peningkatan produksinya di Kaltara,” kata Djati saat kegiatan tanam jagung serentak di Desa Bumi Rahayu, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Sabtu (7/3/2026).
Irjen Djati mengungkapkan, potensi lahan ketahanan pangan yang dikelola bersama kelompok tani binaan Polda Kaltara mencapai 808,1 hektare. Lahan tersebut digarap oleh sekitar 193 kelompok tani yang tersebar di sejumlah wilayah di Kaltara.
“Pada kegiatan penanaman serentak kuartal pertama tahun ini, luas lahan yang ditanami mencapai 9,55 hektare. Di lokasi utama Desa Bumi Rahayu, penanaman dilakukan di lahan seluas 0,5 hektare yang dikelola petani setempat,” ungkapnya.
Djati menjelaskan, dukungan pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, mulai dari pengolahan lahan hingga penyediaan bibit dan pupuk.
“Pemanfaatan fasilitas KUR penting agar kebutuhan modal petani terpenuhi sehingga produktivitas pertanian bisa terus meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, serapan jagung oleh Badan Urusan Logistik pada 2026 telah mencapai 2.235 ton. Sebagian hasil panen lainnya masih dalam proses pengeringan sebelum dipasarkan.
“Program penanaman jagung ini diharapkan mampu memperkuat pasokan pangan di daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional pada 2026,” tutupnya.(*)
