TANJUNG REDEB – PLN memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim–Kaltara) menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dalam keadaan aman. Apalagi, seluruh pekerjaan utama transmisi dan gardu induk (GI) telah rampung dan siap mendistribusikan energi hingga ke pelosok.
Hal ini diikatakan General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo kepada wartawan usai meninjau GI Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kaltim, Selasa 2 Desember.
“Dari sisi keandalan sistem dan kesiapan infrastruktur seluruhnya sudah kami siapkan. Teman-teman dari UID (Unit Induk Distribusi) dan P3B atau Pusat Pengatur Beban juga sudah melakukan pengecekan akhir,” kata Basuki.
Basuki bilang, PLN telah fokus pada pembangunan jaringan transmisi dan GI sejak awal proyek dimulai pada 2019 dengan total anggaran yang digelontorkan hingga 2025 untuk dua jalur transmisi mencapai sekira Rp 600 miliar.
“Karena masih dalam kontrak berjalan, kami belum bisa merinci lebih jauh. Namun, totalnya sekitar Rp600 miliar untuk dua jalur itu,” ungkapnya.
Basuki mengatakan, sebelum transmisi interkoneksi terbangun, pasokan listrik di wilayah pedalaman Kaltim–Kaltara sangat terbatas.
“Banyak daerah masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang kapasitasnya pun belum memadai,” ucap Basuki
“Itu pun sering kurang, dengan beroperasinya transmisi ini maka penyaluran ke titik terjauh sudah bisa dilewati dan kami distribusikan ke masyarakat,” sambung dia.
Ia menambahkan, interkoneksi listrik di kedua provinsi ini bukan hanya untuk warga, tetapi juga untuk percepatan pemerataan ekonomi, terutama dengan masuknya sektor industri dan tumbuhnya UMKM.
“Semua sekarang pakai listrik. Kami berharap kehadiran interkoneksi ini mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tutupnya.(*)
