TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong penguatan peran organisasi keagamaan dalam menjaga ketahanan sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat di tengah berbagai tantangan global.
Hal itu disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, Datu Iqro Ramadhan, saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) I Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ahlulbait Indonesia (ABI) Kaltara di Hotel Grand Pangeran Khar, Sabtu (25/4/2026).
Mewakili Gubernur Kaltara, Datu Iqro menilai Muswil perdana tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kelembagaan organisasi, merumuskan arah kebijakan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Berbagai tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi, konflik, krisis pangan dan energi, hingga perubahan iklim berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Kondisi ini menuntut penguatan ketahanan sosial, ekonomi, dan spiritual,” kata Datu Iqro.
Ia menegaskan, organisasi keagamaan memiliki posisi penting tidak hanya sebagai wadah pembinaan umat, tetapi juga sebagai kekuatan moral dalam menjaga nilai perdamaian, persatuan, dan kepedulian sosial.
“Kita harus menghadirkan Islam yang sejuk, toleran, dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat,” tegasnya.
Datu Iqro bilang, pembangunan daerah tidak semata berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga mencakup penguatan karakter, moral, dan spiritual masyarakat.
“Pemprov Kaltara, terus mendorong percepatan pembangunan melalui pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal” tuturnya.
Muswil I ABI Kaltara mengangkat tema “Meningkatkan Efektivitas Organisasi Melalui Optimasi Sistem dan Proses”.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bulungan H. Jamal, Wakil Ketua Umum ABI Ustad Ahmad Hidayat, Ketua Badan Pekerja Muswil ABI Kaltara Akhmad Syahran, serta jajaran pengurus dan undangan lainnya.(*)
