TANJUNG SELOR – Puluhan elemen masyarakat dan buruh menggelar aksi mimbar bebas di tugu Cinta Damai Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada peringatan hari Buruh Internasional atau May Day, Kamis 1 Mei.
Koordinator lapangan, Joko Supriadi mengatakan, aksi ini diinisiasi sejumlah elemen masyarakat, buruh dan mahasiswa yang tergabung di Forum Intelektual Kaltara (FIKR).
“Ada 35 kelompok atau komunitas dan organisasi yang ikut di mimbar bebas ini, mereka menyampaikan berbagai tuntutan masyarakat,” kata Joko, Kamis (1/5/2025).
Joko mengungkapkan, setiap perwakilan organisasi berorasi untuk menyampaikan keluh kesah rakyat kecil di Kaltara. Selain itu, puluhan elemen masyarakat ini membuat petisi yang disampaikan ke pemerintah.
“Ada 45 petisi yang kita buat bersama semua organisasi, isi petisi cukup beragam mulai dari tuntutan peningkatan infrastruktur di daerah hingga persoaalan upah dan ketenagakerjaan,” ujar Joko.
Joko menjelaskan, peringatan May Day yang digelar di Tugu Cinta Damai itu sekaligus untuk mengingat kembali bahwa Tugu tersebut memiliki sejarah.
“Sejarahnya berkaitan dengan kesepakatan damai antar kubu yang sebelumnya berkonflik. Itulah mengapa tugu ini disebut Tugu Cinta Damai, karena menjadi penanda suatu harapan bersama untuk bersatu,” jelasnya.
“Kolaborasi rakyat kecil memang menginginkan persatuan. Di sisi lain, tempat ini luas, sehingga orang banyak dapat berkumpul dengan resiko gangguan kenyamanan pengguna jalan dan resiko kerusakan infrastruktur yang minim,” tambah dia.
Diterangkannya, jumlah buruh formal dan informal di provinsi Kaltara mencapai 239 ribu orang sesuai data BPS,2024.
“Menurut data BPS dan data resmi lainnya, jumlah petani sekitar 59 ribu orang, nelayan sekitar 11 ribu orang, mahasiswa sekitar 12 ribu orang dan rakyat miskin se Kaltara sekitar 41 ribu orang,” ucapnya.
Joko menambahkan, aksi mimbar bebas ini berjalan damai dan pihaknya pun telah menyampaikan surat pemberitahuan ke Polda sejak 22 april 2025 lalu.
“Di sisi lain, aksi mimbar bebas ini diharapkan juga dapat membangun kesadaran dan keberanian rakyat kecil untuk menuntut hak-haknya,” tutupnya.(*)
