TARAKAN – Musyawarah Daerah (Musda) pemilihan Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kota Tarakan resmi menetapkan Marthen Rady sebagai ketua terpilih periode 2026-2031. Musda digelar di Aula Gereja Toraja, Juata, Tarakan, Jumat (1/5/2026).
Pemilihan diikuti tiga kandidat, yakni Marthen Rady, Edy Baan dan Agustinus Rannu. Proses pemungutan suara melibatkan 93 peserta yang terdiri dari perwakilan 9 sektor, masing-masing 10 orang, serta tambahan 3 pemilih dari Pemikat (Pemuda IKAT) Kota Tarakan.
Musda turut dihadiri Ketua IKAT Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Ruman Tumbo, bersama tokoh masyarakat Toraja dan tokoh agama.
Usai terpilih, Marthen Rady menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh keluarga besar IKAT Kota Tarakan atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Ini adalah amanah yang harus dijalankan bersama. IKAT tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus dibangun dengan semangat kebersamaan dan gotong royong atau siangkaran,” ujar Marthen, Sabtu (2/5/2026).
Ia menegaskan kemenangan dalam Musda bukan sekadar hasil kontestasi, melainkan momentum memperkuat organisasi sebagai rumah besar masyarakat Toraja di Tarakan.
“Kemenangan ini bukan piala, melainkan tanggung jawab besar. Saya mengapresiasi seluruh peserta Musda, baik yang memilih maupun yang belum memberikan dukungan, karena semua telah menjaga proses demokrasi ini berlangsung tertib, damai, dan dewasa,” ujarnya.
Dalam kepemimpinannya, Marthen mengusung visi peningkatan koordinasi dan komunikasi secara internal maupun eksternal dalam membangun organisasi IKAT Kota Tarakan.
“Untuk merealisasikan visi ini, saya menyiapkan lima misi utama, yakni membangun jaringan komunikasi yang efektif, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas organisasi,” kata Marthin.
“Membangun hubungan harmonis serta mitigasi penanganan konflik, meningkatkan partisipasi masyarakat Toraja, dan mengembangkan sistem informasi serta teknologi organisasi,” sambung dia.
Marthen mengungkapkan, sejumlah program unggulan yang telah dipaparkan saat pencalonan akan segera direalisasikan seiring pembentukan dan pelengkapan struktur kepengurusan baru.
“Kami hadir sebagai ketua untuk semua. Perbedaan pilihan dalam Musda adalah hal biasa dalam demokrasi. Setelah ini, saatnya kembali duduk bersama dan membangun IKAT agar semakin solid, rukun, dan bermanfaat bagi seluruh warga Toraja di Tarakan,” ucapnya.
Ia juga meminta dukungan dan doa dari seluruh anggota agar kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dengan baik.
“Ketua hanya nahkoda. Kapal ini akan berjalan jika kita semua ikut mendayung bersama,” tutupnya.(*)
