TANJUNG SELOR – Jangan bayangkan suara sirene, suara tembakan atau pasukan bersenjata ketika mendengar kata “diserbu” dan Mako Brimob. Kali ini, yang datang justru pasukan kecil dengan seragam sekolah, wajah polos dan rasa penasaran yang sulit dibendung.
Seperti yang terjadi di Mako Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Kalimantan Utara (Kaltara) “diserbu” murid SD Al-Qur’an Imam Asy Syafii.
Kedatangan para siswa itu bukan untuk membuat personel Brimob kelabakan. Mereka datang untuk belajar, melihat dari dekat lingkungan markas, sekaligus mengenal lebih jauh tugas dan keseharian anggota Brimob.
Dipimpin Ipda Margus bersama personel Batalyon A Pelopor, para siswa diajak berkeliling dan berinteraksi langsung dengan anggota Brimob.
“Kalau biasanya personel Brimob berhadapan dengan situasi yang membutuhkan ketanggapan, kali ini tantangannya sedikit berbeda, menghadapi rasa ingin tahu anak-anak yang seolah tidak ada habisnya,” kata Ipda Margus, Rabu (23/6/2026).
“Ada yang serius menyimak penjelasan. Ada yang sibuk memperhatikan lingkungan sekitar. Ada pula yang mungkin dalam hati sedang membayangkan, bagaimana rasanya memakai seragam Brimob,” sambung dia.
Suasana Mako pun berubah lebih ramai dan hangat ketika personel Brimob memperkenalkan tugas kepolisian dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak. Mereka juga menyampaikan pesan agar para siswa rajin belajar, disiplin, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga pergaulan.
Nasihatnya sederhana, tetapi mendengarnya langsung dari anggota Brimob tentu memiliki kesan tersendiri.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Kaltara Kombes Pol Sutrisno Hady Santoso menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri kepada generasi muda.
“Kami menyambut baik kunjungan para pelajar ke Mako Batalyon A Pelopor. Selain mengenalkan tugas kepolisian, kegiatan seperti ini menjadi sarana membangun kedekatan dengan generasi muda sekaligus memberikan motivasi agar mereka tumbuh menjadi anak-anak yang disiplin, berkarakter dan memiliki semangat belajar,” singkatnya.
Dengan kegiatan berlangsung aman, tertib dan penuh keakraban. Tidak ada yang diamankan dalam “penyerbuan” kali ini.
Tidak ada pengejaran.
Tidak ada sirene.
Yang ada hanya anak-anak yang pulang membawa pengalaman baru dan cerita tentang markas Brimob yang mungkin akan mereka ceritakan kembali kepada orang tua di rumah.
Dan bagi personel Batalyon A Pelopor, hari itu mungkin menjadi salah satu “operasi” paling menyenangkan: menyambut anak-anak, menjawab pertanyaan mereka, lalu memastikan semuanya pulang dengan senyum.(*)
