TANJUNG SELOR – Keberadaan sepeda motor yang terbakar di area SPBU Kilometer 2 Tanjung Selor, Minggu (17/5/2026) pagi, mulai menjadi sorotan publik. Pasalnya, hingga kini belum diketahui keberadaan kendaraan itu pasca insiden kebakaran terjadi di area dispenser pengisian BBM.
Pertanyaan publik muncul lantaran kendaraan yang sempat terbakar hebat itu tidak lagi terlihat di lokasi tidak lama setelah kejadian.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan dan spekulasi mengenai penanganan barang bukti pasca kebakaran.
Saat dikonfirmasi terkait penanganan peristiwa tersebut, Kasat Reskrim Polresta Bulungan AKP Haji Rio Adi Pratama mengatakan, hingga saat ini tidak ada laporan resmi yang diterima pihak kepolisian dari pengelola SPBU maupun pemilik kendaraan.
“Untuk laporan resmi ke Polresta tidak ada dari pihak SPBU,” ujar Rio, Senin (18/5/2025)
Ia menjelaskan, penanganan awal insiden kebakaran diduga dilakukan langsung oleh pihak SPBU tanpa pelaporan lanjutan kepada aparat penegak hukum.
“Untuk penanganan sendiri sepertinya dilakukan oleh pihak SPBU,” ungkapnya.
Rio juga menyebut tidak ada pihak yang melapor terkait kerugian materiil akibat kebakaran kendaraan tersebut. Karena itu, kepolisian tidak melakukan proses penyelidikan lebih lanjut.
“Untuk sepeda motor juga tidak ada pihak yang membuat laporan untuk kerugian materiel,” jelasnya.
Meski demikian, aparat kepolisian sempat mendatangi lokasi kejadian sesaat setelah insiden berlangsung. Kehadiran polisi dilakukan oleh personel piket fungsi Samapta guna memastikan kondisi keamanan di area SPBU.
“Untuk yang ke lapangan kemarin dilakukan oleh piket Samapta,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga menyebut kebakaran diduga berasal dari kebocoran kendaraan usai pengisian BBM.
Api berhasil dipadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, dispenser di titik kejadian sempat dinonaktifkan sementara untuk pemeriksaan fasilitas operasional. Saat ini kondisi SPBU disebut telah kembali normal dan pelayanan BBM berjalan seperti biasa.
Namun demikian, belum adanya laporan resmi maupun kejelasan terkait keberadaan kendaraan yang terbakar memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait tindak lanjut penanganan insiden tersebut.(*)
