TANJUNG SELOR – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara), Achmad Djufrie mengungkapkan, realisasi penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 oleh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kaltara belum mencapai 100 persen.
“Hingga akhir November serapan APBD masih sekira 80-an persen, makanya Pemprov kita dorong untuk maksimalkan realisasinya,” kalau bisa sampai 100 persen,” ungkap Djufrie, Jumat (29/11/2024).
“Kita optimis sebelum akhir tahun 2024 bisa maksimal, realisasinya kalau bisa sampai 100 persen,” lanjutnya.
Dikatakannya, DPRD Kaltara telah memberikan sejumlah catatan kepada OPD yang belum maksimal merealisasikan APBD 2024. Sebab, jika OPD lamban bekerja akan menjadi pertanyaan publik apakah mampu bekerja atau tidak.
“Sebenarnya bukan sengaja terhambat penyerapannya, hal inibbisa saja karena faktor cuaca dan lokasinya. Apalagi, kita harus bersiap menyambut Pilkada serentak 2024 dan pergantian Pjs Gubernur,” ujarnya.
Politisi Gerindra ini menegaskan, beberapa OPD telah bekerja maksimal dan merealisasikan program kerjanya dengan baik.
“Tidak semua OPD, hanya OPD yang kita anggap belum maksimal itu yang kita berikan catatan. Apalagi ini mengenai pertanggung jawabkan kita ke masyarakat,” bebernya.
Ia menambahkan, optimalisasi anggaran sangat penting untuk mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat. Untuk itu OPD yang kinerjanya kurang memuaskan, harus segera melakukan perbaikan.
“Belanja daerah ini bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi harus direalisasikan dengan baik dan tepat waktu,” tutupnya.(*)
