TANJUNG SELOR – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Utara (Kaltara), Dedy Yevri Hanteru Sitorus mengungkapkan, kuota Program Indonesia Pintar (PIP) untuk Kaltara mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir, akibat dampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.
Meski demikian, ia memastikan tetap memperjuangkan agar bantuan pendidikan tersebut dapat diterima masyarakat di daerah.
Hal itu disampaikan Deddy saat menyerahkan secara simbolis Program Indonesia Pintar (PIP) kepada para siswa penerima manfaat di SD 014 Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
“Alokasi PIP yang sebelumnya berhasil kita perjuangkan untuk Kaltara berkisar antara 8.000 hingga 10.000 penerima setiap tahun. Namun, akibat efisiensi anggaran, jumlah tersebut turun menjadi sekitar 2.500 penerima,” ungkap Deddy Sitorus.
Ia menjelaskan, pada tahap pertama penyaluran tahun ini di Kabupaten Bulungan, kuota yang berhasil diperjuangkan untuk siswa SD negeri dan swasta mencapai sekitar 389 penerima.
“PIP diperoleh tidak secara otomatis, melainkan melalui proses pengusulan dan koordinasi dengan pemerintah pusat. Apalagi, Kaltara tidak memiliki wakil di Komisi X DPR RI yang menjadi mitra Kementerian Pendidikan, sehingga diperlukan upaya lebih agar daerah tetap memperoleh alokasi bantuan,” kata Deddy yang jugs politisi PDIP.
“Program ini harus diperjuangkan. Kami harus melobi agar Kalimantan Utara tetap mendapatkan kuota PIP,” sambung dia.
Deddy bilang, pihaknya tengah mengupayakan bantuan pendidikan melalui Kementerian Agama bagi siswa madrasah dan pondok pesantren.
“Kita juga memperoleh komitmen penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi sekitar 70 mahasiswa asal Kaltara,” tuturnya.
Dedy mengingatkan, penerima PIP ditetapkan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan pemerintah melalui data kesejahteraan masyarakat. Karena itu, tidak semua siswa dapat menerima bantuan tersebut. Selain itu, PIP merupakan anggaran negara yang bersumber dari pajak masyarakat sehingga harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab demi mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak penerima manfaat.
Ia juga meminta para orang tua menggunakan dana PIP sesuai peruntukannya, yakni untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, seperti perlengkapan sekolah, seragam, buku, maupun kebutuhan penunjang belajar lainnya.
“Gunakan bantuan ini untuk kepentingan anak-anak kita. Walaupun nilainya tidak besar, jika dimanfaatkan dengan tepat akan sangat membantu pendidikan mereka,” tutupnya.(*)
