LANGKAH ANGGOTA Komisi VII DPR RI, Hj Rahmawati, kembali menyusuri wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) Setelah menyerap aspirasi masyarakat di kawasan perbatasan, kali ini ia hadir di Kampung Tias, sebuah kampung pesisir di Kabupaten Bulungan yang kehidupan warganya banyak bergantung pada hasil laut.
Siang itu, suasana kampung tampak lebih ramai dari biasanya. Warga berdatangan untuk bertemu langsung dengan sosok yang akrab mereka sapa sebagai Bunda Rahmawati.
Tidak ada sekat yang membatasi. Pertemuan pun berlangsung hangat, penuh canda, sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai harapan dan persoalan yang mereka hadapi.
Bagi Rahmawati, kunjungan seperti ini bukan sekadar agenda kerja. Menurutnya, mendengar langsung suara masyarakat merupakan bagian penting dari tugas seorang wakil rakyat.
“Saya ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Karena setiap daerah memiliki persoalan yang berbeda dan itu harus dipahami dari sumbernya, yakni warga sendiri,” kata Rahmawati.
Di tengah dialog yang berlangsung akrab, warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan pelayanan dasar, dukungan terhadap aktivitas nelayan, hingga harapan agar pembangunan terus menjangkau wilayah pesisir.
Rahmawati mengatakan, seluruh masukan yang diterimanya akan menjadi bahan perjuangan dalam menjalankan tugas di parlemen.
“Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat sangat berharga. Tugas kami adalah membawa suara itu agar dapat diperjuangkan dalam kebijakan maupun program pembangunan,” ujar Rahmawati yang juga politisi Partai Gerindra.
Kehadiran Rahmawati di Kampung Tias tidak hanya membawa ruang dialog. Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga serta menghadirkan layanan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis.
Program kesehatan mata itu mendapat sambutan luar biasa. Sejak pagi, warga dari berbagai usia terlihat antre mengikuti pemeriksaan. Banyak di antara mereka yang selama ini mengalami gangguan penglihatan tetapi belum pernah mendapatkan layanan serupa.
Bagi masyarakat pesisir, penglihatan yang baik bukan sekadar kebutuhan pribadi. Mata menjadi alat penting untuk bekerja, mulai dari memperbaiki jaring, memilah hasil tangkapan, membaca, hingga menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami ingin kegiatan ini benar-benar memberi manfaat. Kadang ada kebutuhan masyarakat yang terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Rahmawati.
Momen paling menyentuh terlihat saat warga mulai mencoba kacamata yang telah disesuaikan dengan hasil pemeriksaan mereka. Satu per satu wajah sumringah muncul ketika pandangan yang sebelumnya buram kembali terlihat jelas.
Seorang warga lansia tampak tersenyum lebar setelah mengenakan kacamata barunya. Ia mengaku selama bertahun-tahun kesulitan membaca tulisan kecil dan melihat objek dari jarak tertentu.
“Alhamdulillah, sekarang lebih terang. Tulisan sudah bisa dibaca dengan jelas. Terima kasih kepada Ibu Rahmawati dan semua yang membantu,” ujarnya penuh syukur.
Ungkapan serupa datang dari warga lainnya yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.
“Kalau memperbaiki jaring biasanya susah karena penglihatan sudah berkurang. Sekarang jauh lebih jelas. Bantuan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami,” kata warga.
Bagi Rahmawati, senyum warga yang merasakan manfaat langsung dari program tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri. Ia meyakini bahwa pembangunan tidak selalu harus diwujudkan dalam program besar, tetapi juga melalui langkah-langkah sederhana yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
“Yang paling penting adalah masyarakat merasakan manfaat. Kehadiran kita harus bisa membawa solusi, sekecil apa pun itu,” tuturnya.
Kunjungan ke Kampung Tias kembali menegaskan komitmen Rahmawati untuk terus menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah. Dari wilayah perbatasan hingga pesisir, ia ingin memastikan bahwa suara warga tetap didengar dan kebutuhan mereka mendapat perhatian.(*)
