Charly Van Houten Goyang Tana Tidung di Penutupan Festival Tari Kreasi 2025

TANA TIDUNG — Penampilan Charly Van Houten menjadi puncak hiburan pada penutupan Festival Tari Kreasi Daerah Pesisir dan Pedalaman Kalimantan Utara 2025 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) H. Joesoef Abdullah, Tideng Pale, Kamis malam (27/11/2025).

Ribuan warga pun memadati arena untuk menyaksikan aksi panggung mantan vokalis Setia Band tersebut.

Charly tampil setelah Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali resmi menutup festival yang digelar sejak 21 November.

Charly yang tampil hampir satu jam membawakan beberapa lagu hits seperti Isabella, Asmara, Biar Aku Jatuh Cinta, hingga Cari Pacar Lagi, Penonton langsung terbawa suasana, ikut bernyanyi dan bergoyang sejak lagu pertama dimainkan.

Interaksi Charly dengan masyarakat membuat suasana semakin meriah. Setiap ajakan bernyanyi bersama disambut riuh penonton dari berbagai usia yang memenuhi area RTH.

Kemeriahan mencapai puncaknya saat pesta kembang api menutup rangkaian festival. Langit Tideng Pale dipenuhi cahaya warna-warni sebagai tanda berakhirnya penyelenggaraan Festival Tari Kreasi 2025.

Penampilan Charly sekaligus menutup kegiatan budaya terbesar di Kalimantan Utara tahun ini, yang selama sepekan menampilkan kreativitas seniman pesisir dan pedalaman serta menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan itu, Bupati Tana Tidung menegaskan, kegiatan seni seperti ini penting untuk memperkuat karakter budaya daerah.

“Festival ini bukan hanya hiburan. Ini adalah ruang kreatif yang memperlihatkan kekuatan budaya masyarakat kita,” ujar Ibrahim Ali.

Ia juga mengatakan, partisipasi besar masyarakat menjadi bukti bahwa kegiatan seni tetap mendapatkan tempat di Tana Tidung.

“Antusiasme warga menunjukkan bahwa budaya selalu hidup dan harus terus kita rawat,” kata Bupati Ibrahim.

Ia menambahkan, di tengah efisiensi anggaran, Pemkab Tana Tidung memastikan program kebudayaan tetap berjalan. Apalagi, sektor budaya memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Kebudayaan adalah pilar pembangunan. Dampaknya nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.(*)