Cek Ketersediaan BBM, Polisi Pantau Enam SPBU di Bulungan

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) memantau ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Bulungan, Sabtu (26/9/2026).

Direktur Samapta Polda Kaltara Kombes Pol Andreas Deddy Wijaya mengatakan, personel Ditsamapta telah mendatangi enam SPBU di jalan Sabanar, Sengkawit, Sabanar Lama, Kilometer 2, Katamso dan Padat Karya Tanjung Palas.

“Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan aman dan tertib, di tengah penyesuaian harga BBM non-subsidi,” kata Kombes Andreas.

“Petugas mengecek langsung ketersediaan berbagai jenis BBM, jam operasional dan aktivitas pelayanan kepada masyarakat,” sambung dia.

Ia mengungkapkan, dari hasil pemantauan ketersediaan BBM di sejumlah SPBU masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Ada beberapa jenis BBM mengalami kekosongan sementara, karena pengelola SPBU masih menunggu pasokan berikutnya dari Pertamina,” ungkapnya.

Kekosongan stok BBM ditemukan di SPBU Sabanar Lama. Pertalite, Pertamax dan Bio Solar dilaporkan kosong, hal serupa juga terjadi di SPBU Katamso, stok Pertalite dan Solar mengalami kekosongan.

“Meski demikian, kondisi itu belum memicu antrean panjang ataupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang menonjol. Aktivitas pelayanan tetap berlangsung di SPBU yang masih memiliki stok BBM,” ujarnya.

Kombes Andreas bilang, pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

“Kami terus melakukan pemantauan di sejumlah SPBU untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan aman dan tertib. Kami juga berkoordinasi dengan pihak pengelola SPBU terkait ketersediaan stok maupun distribusi BBM berikutnya,” ujar Andreas.

Ia menambahkan, selain mengecek ketersediaan BBM, polisi turut melakukan pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi, termasuk penggunaan barcode Pertamina.

“Dari hasil pemeriksaan di enam SPBU itu, polisi tidak menemukan adanya penyalahgunaan barcode, pengisian berulang oleh kendaraan yang sama, praktik penimbunan, maupun gangguan keamanan lainnya,” tuturnya.
.Polisi memastikan pemantauan terhadap SPBU akan terus dilakukan guna menjaga kelancaran pelayanan BBM kepada masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Pengawasan itu dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan maupun potensi penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti ketentuan yang berlaku saat melakukan pengisian BBM. Apabila ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan atau gangguan kamtibmas, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.(*)