TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani bersama Wakil Ketua DPRD Bulungan,Tasa Gung, meninjau kondisi SD Negeri 020 Jelarai di Desa Jelarai, Kecamatan Tanjung Selor, Sabtu (22/8/2026) kemarin.
Peninjauan itu dilakukan di sela kegiatan jalan sehat yang digelar Persatuan Pemuda Sri Mulya.
Dalam kunjungan itu, Syarwani dan Tasa Gung melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sekolah sekaligus mendengarkan aspirasi Kepala SDN 020 Jelarai, Ligimin bersama jajaran guru.
Salah satu persoalan utama yang disampaikan pihak sekolah adalah keterbatasan ruang kelas di tengah terus bertambahnya jumlah peserta didik.
Ligimin mengungkapkan, jumlah siswa yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) saat ini sekitar 450 orang. Sementara berdasarkan data penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), jumlah siswa diperkirakan telah mendekati 500 orang.
“Kalau data operator yang masuk Dapodik sekitar 450 siswa. Tetapi kalau melihat data MBG, jumlahnya sudah hampir 500 siswa karena semua siswa sudah terdata di sana,” ujar Ligimin.
Ligimin menjelaskan, pertambahan jumlah siswa membuat kebutuhan rombongan belajar meningkat. Jika sebelumnya terdapat sembilan rombel, kini sekolah membutuhkan hingga 18 rombel. Namun, ruang kelas yang tersedia baru 11 ruangan.
Kondisi itu membuat sekolah harus menerapkan pembelajaran secara bergantian. Bahkan, siswa kelas II harus mengikuti kegiatan belajar mengajar pada siang hari.
“Kalau kita batasi penerimaan siswa juga kasihan mereka, karena ini satu-satunya sekolah yang terdekat di sini. Kita tetap berupaya agar anak-anak bisa belajar,” jelasnya.
Pihak sekolah berharap pemerintah daerah segera membangun ruang kelas tambahan.
“Selain itu, sekolah juga mengusulkan perbaikan halaman melalui semenisasi atau pengerasan agar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga dan aktivitas siswa lainnya,” kata Ligimin.
Menanggapi hal itu, Syarwani menegaskan, penambahan ruang kelas menjadi kebutuhan paling mendesak di SDN 020 Jelarai.
“Yang paling mendesak saya pikir adalah penambahan ruang kelas yang ada di sini. Karena kawasan ini sangat ramai dan padat penduduk, otomatis potensi peningkatan jumlah siswa setiap tahun pasti semakin meningkat,” kata Syarwani.
Selain ruang kelas, Syarwani melihat kondisi lapangan sekolah yang membutuhkan penataan untuk menunjang kegiatan upacara, olahraga dan aktivitas siswa lainnya.
“Keterbatasan tenaga pendidik juga menjadi perhatian. Kepala sekolah bahkan harus turun langsung membantu proses pembelajaran untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar,” jelasnya.
Syarwani memastikan berbagai aspirasi yang disampaikan pihak sekolah akan menjadi perhatian pemerintah daerah. Penanganan akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kebutuhan yang dinilai paling mendesak.
“Sebagai pemerintah daerah dan kepala daerah, saya sudah melihat secara langsung kondisi hari ini. Tentu beberapa hal yang disampaikan akan kita coba tangani secara bertahap,” pungkasnya.(*)
