Bupati Bulungan Libatkan 74 Desa Perkaya Kebun Raya Bundayati dengan Tanaman Endemik

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan melibatkan seluruh kepala desa (Kades) untuk memperkaya koleksi tanaman di Kebun Raya Bundayati. Tanjung Selor pada Rabu (22/7/2026).

Sebanyak 74 Kades membawa sedikitnya satu jenis tanaman buah atau pohon endemik dari wilayah masing-masing sebagai bagian dari upaya memperkuat fungsi kebun raya jadi pusat konservasi.

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, keterlibatan seluruh desa itu bertujuan menjadikan Kebun Raya Bundayati sebagai representasi kekayaan hayati yang dimiliki Kabupaten Bulungan.

“Kalau satu desa membawa satu tanaman, berarti ada 74 tanaman lokal yang ditanam di sini. Ini menjadi identitas sekaligus kekayaan hayati Kabupaten Bulungan,” kata Syarwani.

Ia menegaskan, Kebun Raya Bundayati bukan hanya menjadi aset pemerintah daerah, tetapi juga milik seluruh masyarakat Bulungan.

“Karena itu, partisipasi desa dinilai penting untuk memperkaya koleksi tanaman sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap kawasan konservasi,” tegasnya.

Syarwani bilang, koleksi tanaman di Kebun Raya Bundayati tidak hanya berupa pohon hutan, tetapi juga berbagai jenis buah lokal. Salah satunya adalah lepiu yang telah ditetapkan sebagai maskot kebun raya.

“Selain memperkuat konservasi flora, kita juga mulai melengkapi koleksi fauna. Belum lama ini, sekitar 30 spesies burung endemik dilepasliarkan di kawasan Kebun Raya Bundayati melalui kerja sama dengan lembaga konservasi di Tarakan,” ujar Syarwani.

“Ke depan, pemerintah daerah berencana menambah koleksi satwa endemik lainnya, termasuk rusa, sehingga kawasan itu dapat berkembang menjadi pusat konservasi flora dan fauna sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat,” sambung dia.

Dijelaskannya, untuk mendukung pengelolaan kawasan, Pemkab Bulungan telah membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebun Raya di bawah Dinas Lingkungan Hidup.

“Regulasi pendukungnya juga telah disahkan dan ditargetkan mulai diterapkan secara efektif pada 2027,” ucapnya.

Bupati Syarwani mengajak masyarakat menjaga Kebun Raya Bundayati yang kini juga dimanfaatkan sebagai ruang publik.

“Selain berfungsi sebagai kawasan konservasi, kebun raya tersebut menjadi lokasi olahraga dan rekreasi warga setiap sore,” tutupnya.(*)