Bertahun-tahun Berjuang Melawan Sakit, Diana Terima Bantuan dari Rahmawati

TARAKAN – Bertahun-tahun menghadapi penyakit bukanlah perjuangan yang mudah. Terlebih ketika sakit datang di tengah keterbatasan dan akses terhadap pengobatan tidak selalu bisa diperoleh dengan mudah.

Kondisi itulah yang dialami Diana (45 tahun), perempuan asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel) yang kini tinggal di kawasan Jalan Juata Laut, Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Sejak 2021, Diana diketahui menderita penyakit kelenjar getah bening. Di tengah perjuangannya menghadapi kondisi kesehatan yang belum membaik, ia juga dihadapkan pada kendala administrasi karena tidak memiliki identitas kependudukan Indonesia.

Situasi itu membuat perjalanan Diana untuk mendapatkan pengobatan menjadi tidak mudah.

Di tengah kondisi itu, perhatian datang dari Anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Kaltara), Rahmawati Zainal. Ia memberikan bantuan dua tabung oksigen untuk membantu memenuhi kebutuhan Diana.

Bantuan itu menjadi bentuk kepedulian terhadap seorang warga yang tengah berjuang menghadapi sakit dan membutuhkan dukungan.

“Sebelum sakit, ibu Diana ini pernah bekerja sebagai pekerja perkebunan kelapa sawit di Malaysia. Namun, sejak kondisi kesehatannya menurun pada 2021, kehidupannya berubah,” kata Rahmawati.

“Bertahun-tahun menghadapi penyakit tentu membutuhkan kekuatan fisik, mental dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya,” sambung dia.

Dalam kondisi seperti itu, perhatian dari sesama menjadi berarti, terutama ketika seseorang juga menghadapi keterbatasan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Rahmawati sebelumnya juga telah membantu Diana ketika perempuan tersebut menjalani perawatan di RSUD dr. H. Jusuf SK pada 22 September lalu.

Kini, kepedulian itu kembali diwujudkan melalui pemberian dua tabung oksigen.

“Ketika ada masyarakat yang sedang sakit dan membutuhkan bantuan, sudah sepatutnya kita hadir untuk membantu semampu kita. Bagi saya, kepedulian terhadap sesama bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa meringankan beban orang lain yang sedang menghadapi kesulitan,” ujar Rahmawati.

Bagi orang yang sedang berjuang melawan penyakit, bantuan bukan semata-mata dilihat dari apa yang diberikan. Perhatian dan kepedulian juga menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian menghadapi masa sulit.

Dua tabung oksigen yang diberikan kepada Diana diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhannya sesuai arahan tenaga medis.

Di sisi lain, kisah Diana juga memperlihatkan persoalan yang lebih luas. Ketiadaan identitas kependudukan dapat menjadi hambatan bagi seseorang dalam mengakses layanan tertentu, sehingga diperlukan pendampingan agar ia dapat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Harapan kita, Ibu Diana bisa mendapatkan penanganan kesehatan yang layak. Kita tentu ingin masyarakat yang sedang sakit tetap mendapatkan perhatian dan tidak kehilangan harapan hanya karena menghadapi berbagai keterbatasan,” tegas dia.

Perjalanan Diana menghadapi penyakit sejak 2021 menjadi gambaran bahwa tidak semua orang menjalani perjuangan yang sama ketika membutuhkan pengobatan.
Ada yang harus menghadapi penyakit sekaligus berjuang mengatasi persoalan ekonomi dan administrasi. Dalam keadaan seperti itu, kepedulian dari lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu sumber dukungan.

“Kita berharap bantuan ini bisa bermanfaat bagi Ibu Diana. Semoga beliau diberikan kekuatan dalam menjalani pengobatan dan mendapatkan penanganan kesehatan yang dibutuhkan,” pungkasnya.(*)