TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) menggelar Lomba Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2025 atau Kaltara Innovation Awards 2025.
Kompetisi Inovasi dengan tema “Solusi untuk Daerah Berbasis Potensi Lokal Menuju Ekonomi Kalimantan Utara yang Inklusif, Tangguh, dan Berdaya Saing” telah dimulai pendaftarannya sejak 1 Agustus hingga 1 Oktober mendatang.
Kepala Bappeda Litbang Kaltara, Bertius mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan menjaring ide, gagasan, dan karya kreatif dari berbagai kalangan untuk mendorong pembangunan daerah yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
“Kita juga ingin meningkatkan kolaborasi dan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan inovasi daerah khususnya di Kaltara. Serta, memberikan ruang promosi bagi hasil-hasil inovasi untuk dikenal dan diadopsi secara lebih luas,” kata Bertius, Selasa (26/8/2025).
“Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Gubernur dan wakil Gubernur Kaltara yang menegaskan inovasi tidak boleh dilihat sebagai program tambahan, melainkan harus menjadi budaya kerja yang melekat di setiap lini, baik di lingkup birokrasi, masyarakat, dunia usaha, maupun generasi muda,” tambah dia.
Dijelaskannya, Kaltara Innovation Awards 2025 dibuka seluas-luasnya bagi masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa, pelaku usaha dan perusahaan, serta aparatur sipil negara di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Melalui keterlibatan lintas kelompok ini, kompetisi diharapkan menjadi wadah kolaborasi yang mendorong lahirnya berbagai inovasi unggulan sekaligus ruang promosi agar hasil-hasil inovasi dapat dikenal dan diadopsi secara lebih luas,” jelas Bertius.
Sebagai penyelenggara utama, lanjutnya, Bappeda Litbang Kaltara tidak hanya memastikan pelaksanaan kompetisi berjalan transparan, objektif, dan berorientasi pada hasil nyata. Namun, juga menyiapkan langkah pembinaan pasca lomba. Sehingga Inovasi yang dinilai potensial ini akan didampingi untuk terus dikembangkan, diperkuat dari sisi kelembagaan maupun keberlanjutan.
“Bahkan diarahkan agar dapat berkompetisi di tingkat nasional, seperti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kementerian PAN-RB atau ajang penghargaan bergengsi lainnya,” tutupnya.(*)
