TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat sektor perikanan dan kelautan sebagai penopang ekonomi daerah.
Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Bappeda Litbang Kaltara, Dian Suryanata mengungkapkan, bahwa salah satu komoditas unggulan yang kini menjadi perhatian serius adalah rumput laut, yang saat ini tercatat sebagai penyumbang PAD terbesar kedua setelah sektor galian dan pertambangan.
“Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kaltara, produksi rumput laut tahun 2024 mencapai 857.835,12 ton, setara 96,38 persen dari total produksi perikanan daerah,” kata Dian.
“Potensi besar ini masih belum optimal karena sebagian besar hasil panen diekspor melalui pelabuhan di luar daerah, sehingga nilai ekspor tidak langsung tercatat sebagai pemasukan Kaltara,” tambah dia.
Ditegaskannya, pemerintah saat ini mendorong pengolahan rumput laut dilakukan di dalam daerah.
“Kita fokus bagaimana rumput laut lebih produktif, tapi kendalanya masih diekspor keluar. Hilirisasinya ada di luar Kaltara,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, jika fasilitas pengolahan tersedia di Kaltara, petani akan memperoleh nilai tambah lebih besar sebelum komoditas dikirim ke luar negeri.
“Kendala utama saat ini adalah belum adanya pelabuhan ekspor di Kaltara, sehingga petani dari Nunukan maupun Tarakan harus mengirim hasil panen ke Surabaya atau Makassar terlebih dahulu,” ujarnya.
Dian berharap, ke depan Kaltara memiliki fasilitas ekspor sendiri, sehingga proses distribusi lebih efisien dan nilai ekspor bisa tercatat langsung untuk menambah PAD daerah.
“Dengan adanya pelabuhan ekspor di Kaltara, petani bisa lebih sejahtera dan manfaat ekonomi dari rumput laut bisa langsung dirasakan masyarakat kita,” tutupnya.(*)
