Bangkit dari Keterpurukan, Hanura Kaltara Mantapkan Langkah Lewat MUSDA III

TARAKAN – Di tengah semangat yang menggebu, Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, menyerukan kebangkitan partai dalam Musyawarah Daerah (MUSDA) ke-III yang digelar di Tarakan, Minggu (2/11/2025).

Bagi Ingkong, forum ini bukan sekadar agenda lima tahunan, melainkan momentum penting untuk menyatukan langkah, memperbarui semangat juang, dan meneguhkan kembali arah perjuangan Hanura di Bumi Benuanta.

“MUSDA bukan hanya rutinitas partai. Ini saatnya kita menegaskan kembali komitmen Hanura untuk terus berpihak kepada kepentingan rakyat dan kemajuan daerah,” kata Ingkong Ala.

Ia menegaskan, Kalimantan Utara sebagai provinsi muda yang menyimpan potensi besar dari sumber daya alam hingga energi masyarakatnya. Namun, potensi itu, katanya, hanya akan bermakna jika dikelola dengan hati nurani dan keberpihakan pada rakyat.

“Kita sebagai kader Hanura punya tugas memastikan potensi besar ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, bukan hanya untuk segelintir orang,” tegasnya.

Ingkong juga mengajak seluruh kader untuk berani bercermin dan mengevaluasi diri. Ia mengakui bahwa hasil Pemilu 2024 menjadi tamparan keras bagi Hanura, setelah sebelumnya mampu bertahan di posisi tiga besar pada 2019.

“Kita harus jujur, hasil Pemilu kemarin memang berat. Tapi bukan alasan untuk menyerah. Justru di sinilah kita diuji untuk bangkit dan memperbaiki diri,” ujar Ingkong Ala yang juga menjabat Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara.

Di hadapan pengurus dan peserta MUSDA, Ingkong menegaskan kesetiaannya kepada partai yang telah ia besarkan sejak awal berdirinya di Kaltara. Ia pun menolak godaan untuk berpindah haluan ke partai besar, dengan alasan sederhana yakni Hanura adalah rumah yang ia bangun bersama, dan meninggalkannya bukan lah pilihan.

“Saya malu kalau harus pindah ke partai besar. Mereka sudah punya kader sendiri. Hanura ini kecil, tapi kita yang memulainya. Tugas kita adalah membesarkannya. Partai besar pun dulunya kecil,” tuturnya.

Bagi Ingkong, perjuangan Hanura bukan hanya tentang kursi politik, tetapi juga tentang keberanian menjaga hati nurani dalam politik yang sering kali keras dan penuh godaan.

“Untuk itu Ia mengajak seluruh kader Hanura memperkuat solidaritas, menumbuhkan kepercayaan diri, dan menatap masa depan dengan tekad baru,” kata Ingkong Ala.

“Kebesaran Partai tidak diukur dari apa yang kita miliki, tetapi dari apa yang kita berikan untuk sesama. Mari jadikan MUSDA ini momentum kebangkitan Hanura di Kalimantan Utara,” pungkasnya.(*)