NUNUKAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir menerima keluhan para pembudaya rumput laut di Kabupaten Nunukan terkait anjloknya harga rumput laut.
“Keluhan warga ini disampaikan kepada saya saat melakukan reses di lima lokasi yakni di Nunukan dan pulau Sebatik,” kata Nasir, belum lama ini.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) asal daerah Pemilihan (dapil) IV Nunukan ini mengungkapkan para petani meminta DPRD Kaltara bersama pemerintah untuk dapat membantu carikan solusi sehingga harga rumput laut bisa stabil.
“Para pembudidaya juga mengeluhkan terkait bantuan-bantuan dari pemerintah Kabupaten maupun Provinsi Kaltara yang tidak tepat sasaran serta tidak merata,” ungkapnya.
“Masyarakat meminta kita untuk menindaklanjuti keluhan mereka ini agar ke depannya mereka bisa mendapatkan bantuan secara merata, jadi tidak hanya kelompok tertentu yang mendapatkan tapi semuanya harus terakomodir,” lanjutnya.
Nasir menanbahkan, reses masa Persidangan I DPRD Kaltara ini pihaknya juga menerima aspirasi terkait fasilitas kesehatan, infrastruktur jalan yang ada di Pulau Sebatik yang kurang memadai serta lapangan pekerjaan di Kabupaten Nunukan.
“Akibat harga rumput laut yang anjlok ini berimbas kepada lapangan pekerjaan, sebab masyarakat kita dulu bergantung pada rumput laut, Makanya mereka juga berharap pemerintah bisa membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Ia mengatakan, sebagai perwakilan masyarakat yang telah dipercaya oleh masyarakat Kabupaten Nunukan, dirinya akan memperjuangkan segala aspirasi masyarakat tersebut kepada pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Kaltara.
“Pada prinsipnya, kita siap mengadvokasi segala aspirasi masyarakat kita. Apa yang menjadi keluhan dan usulan mereka akan kita koordinasikan baik dengan pemerintah daerah, provinsi hingga ke pusat,” tutupnya.(*)







