Anggota DPR RI, Deddy Sitorus Serahkan Bantuan Kendaraan Pemadam Mini Ke Pemkot Tarakan

Untuk Tangani Kebakaran Daerah Pesisir Dan Sulit Dijangkau

TARAKAN – Anggota Komisi VI DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Utara (Kaltara), Deddy Yevri Hanteru Sitorus menyerahkan bantuan tiga unit kendaraan pemadam kebakaran mini kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.

Bantuan secara simbolis itu diterima langsung Walikota Tarakan, dr Khairul di Gedung Lubung, Minggu (25/2/2024) pagi.
“Penyerahan ketiga kendaraan pemadam mini ini tahap awal dan akan diserahkan ke 3 Kecamatan yakni Tarakan Barat, Tarakan Tengah dan Tarakan Utara. Peruntukannya khusus untuk wilayah pesisir yang sulit dijangkau kendaraan roda Empat,” ungkap pria yang akrab disapa Deddy Sitorus.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan, kendaraan pemadam roda tiga ini dapat menjangkau lokasi kebakaran yang padat pemukiman warga.

Deddy Sitorus saat menyerahkan kendaraan Pemadam kebakaran Mini kepada Pemkot Tarakan.

“Total kendaraan 10 unit, nanti diberikan secara bertahap. Ini saya serahkan kepada Pemkot Tarakan. Anggaran kendaraan ini murni dari pribadi saya,” ujar Deddy “Kendaraan ini sudah lama kita siapkan, namun selesai Pemilu 2024 baru kita serahkan,” lanjutnya.

Deddy Sitorus menjelaskan, petugas pemadam kebakaran dapat memberikan pelatihan lebih dahulu sehingga masyarakat atau petugas kecamatan dapat mengoperasikan alat pemadam mini.

“Ini untuk penanganan awal dilokasi kebakaran sehingga dapat meminimalisir, terutama didaerah pesisir yang sulit dijangkau,” jelasnya.

Deddy Sitorus menegaskan, anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/kota memiliki tugas penting dan harus mampu membawa aspirasi masyarakat di Kaltara.

“Sehingga diperlukan figur vokal di Legislatif sehingga keluhan dan kebutuhan masyarakat seperti infrastruktur dan lainnya dapat di dengar oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Tarakan, dr Khairul memberikan apresiasi kepada Deddy Sitorus. Ia berharap kendaraan pemadam mini ini mampu mengatasi kebakaran di wilayah pesisir

“Biasanya di lokasi kebakaran itu sudah banyak masyarakat berkumpul, sehingga sulit kendaraan bisa lewat. Jadi harus dibantu petugas, polisi, kemudian Satpol PP. Ditambah lagi akses jalan belum bisa dilewati oleh kendaraan roda Empat,” kata dr Khairul.

Khairul menambahkan, setelah diserahkan ke Kecamatan, masyarakat dapat menjaga dan merawat unit kendaraan tersebut.

“Selain itu, petugas atau operator yang ditunjuk juga harus sigap saat terjadi musibah kebakaran, guna melakukan penanganan awal terhadap titik api,” pungkasnya. (*)