TARAKAN – Suara alarm darurat memecah aktivitas di Fuel Terminal (FT) Tarakan pada Rabu 5 Agustus, kemarin . Sejumlah pekerja yang tengah berada di area operasional sontak menghentikan pekerjaan dan bergegas menyelamatkan diri menuju titik kumpul.
Di sisi lain, kepulan asap mulai terlihat dari area tangki, sementara tim tanggap darurat berlari menuju lokasi kejadian.
Di tengah situasi yang tampak mencekam itu, petugas dengan cepat mengisolasi area, memasang jalur pengamanan dan mengerahkan peralatan pemadam. Beberapa pekerja yang menjadi korban, dievakuasi menggunakan tandu untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum dibawa ke ambulans.
Suasana semakin dramatis ketika Emergency Response Team (ERT) melakukan pendinginan tangki menggunakan semprotan air bertekanan tinggi untuk mencegah api meluas. Di waktu yang sama, petugas lain menangani tumpahan bahan bakar minyak (BBM) dan memantau kondisi udara di sekitar lokasi guna memastikan tidak terjadi penyebaran bahaya.
Rangkaian kejadian itu bukan insiden nyata, melainkan simulasi Organisasi Keadaan Darurat (OKD) Level 1 yang digelar PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan untuk menguji kesiapsiagaan personel, sistem tanggap darurat, serta koordinasi lintas instansi menghadapi potensi keadaan darurat di fasilitas penyimpanan BBM.
Dalam simulasi itu, skenario diawali dengan gangguan saat proses penerimaan Pertalite dari kapal menuju Tangki T-06 yang berlangsung bersamaan dengan pekerjaan perbaikan Tangki T-05. Gangguan tersebut diskenariokan memicu pelepasan uap (vapour release), disusul flash dan tumpahan BBM di area tangki.
Begitu alarm berbunyi, seluruh aktivitas operasional dihentikan. Area kejadian langsung diisolasi dan pekerja diarahkan menuju assembly point. Tim ERT kemudian bergerak mengendalikan situasi, sementara tiga pekerja yang disimulasikan menjadi korban segera dievakuasi. Dua korban dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Tarakan untuk penanganan lanjutan sebagai bagian dari skenario latihan.
Status penanganan selanjutnya ditingkatkan menjadi OKD Level 1 dengan mengaktifkan Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Regional Kalimantan di Balikpapan guna memperkuat dukungan personel, peralatan, layanan medis, pengamanan, dan komunikasi.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun mengatakanz simulasi tersebut bertujuan memastikan seluruh prosedur tanggap darurat dapat berjalan efektif apabila sewaktu-waktu terjadi insiden sebenarnya.
“Simulasi ini menguji kecepatan respons, ketepatan koordinasi, serta kesiapan seluruh unsur dalam menyelamatkan korban, melindungi masyarakat dan lingkungan, sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan energi,” ujar Edi.
Simulasi melibatkan berbagai instansi, di antaranya BPBD Kota Tarakan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tarakan, Polsek Tarakan Timur, Koramil 090701, Satlantas Polres Tarakan, Pertamina EP Tarakan Field, PMI, Rumah Sakit Pertamina Tarakan, PT Elnusa Petrofin Tarakan, Aviation Fuel Terminal Juwata, serta pemerintah setempat. Warga di sekitar kawasan Kusuma Bangsa dan Gunung Lingkas juga dilibatkan dalam latihan evakuasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan.(*)
