TANJUNG SELOR – Sejumlah tokoh akademisi Universitas Kaltara menyampaikan pernyataan resmi terkait dinamika sosial dan demokrasi di Indonesia belakangan ini.
Rektor Universitas Kaltara, Dr. Didi Adeiansyah didampingi Wakil Rektor Ar. Sholehah serta Kabiro UPKK Hamidan menegaskan pentingnya menjaga persatuan bangsa dan mengapresiasi peran aktif Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Dalam pertemuan silaturahmi yang berlangsung hangat bersama jajaran Polda Kaltara, para akademisi menilai bahwa unjuk rasa merupakan hak demokratis warga negara. Namun, mereka juga mengingatkan adanya potensi penyusupan kelompok-kelompok tertentu yang mencoba menunggangi aksi untuk kepentingan destruktif.
“Kami mengapresiasi kesigapan Polri dalam menjaga ketertiban umum sekaligus melindungi aspirasi masyarakat, baik dari kalangan mahasiswa, buruh, pelajar, maupun pengemudi ojek online,” ujar Rektor Dr. Didi Adeiansyah, Rabu (17/9/2025)
Lebih jauh, Universitas Kaltara mendorong Polri untuk terus mengevaluasi prosedur pengamanan unjuk rasa, memperkuat pelatihan personel, dan menjunjung tinggi prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) sesuai standar universal.
“Intinya kami mengajak seluruh komponen bangsa khususnya di Kaltara untuk merawat persatuan dan kesatuan bangsa, serta menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah masyarakat,” tutupnya (*)
