NUSANTARA – Semangat penghijauan terus digaungkan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebanyak 700 bibit pohon ditanam bersama di Plaza Legislatif IKN, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya menjadikan aktivitas menanam pohon sebagai budaya dan gaya hidup masyarakat di Nusantara.
Ratusan bibit yang ditanam terdiri dari berbagai jenis tanaman endemik dan tanaman produktif, seperti balangeran, kapur, tanjung, meranti, tabebuya, pucuk merah, angsana, hingga pohon buah seperti jeruk, jambu, mangga, kemiri, dan matoa.
Kegiatan ini melibatkan jajaran Otorita IKN, perwakilan Kementerian Keuangan, serta masyarakat umum yang ikut berpartisipasi dalam aksi penghijauan tersebut.
Sejumlah peserta mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan menanam di kawasan IKN, sementara sebagian lainnya telah beberapa kali kembali untuk terlibat.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai periode 1999–2002, Permana Agung Drajattun, yang turut hadir dalam kegiatan itu mengaku terkesan dengan pengalaman menanam pohon di kawasan IKN.
“Saya menikmati pengalaman pertama menanam pohon di Nusantara, terutama pagi hari ini dengan udara yang begitu bersih. Ini satu-satunya kesempatan kita menata sebuah kota, ibu kota negara, yang dibangun dan ditangani dari awal,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan, kegiatan penanaman pohon di Nusantara bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari kebiasaan yang rutin dilakukan.
“Kami ucapkan selamat datang dan terima kasih atas keikutsertaannya dalam menanam pohon. Ini bukan seremonial, tetapi gaya hidup kami. Setiap satu atau dua minggu kami melakukan penanaman pohon sebagai cara meninggalkan jejak hijau di Nusantara,” kata Basuki.
Basuki Bilang, gerakan menanam pohon memiliki makna lebih luas dari sekadar menambah ruang terbuka hijau.
“Aktivitas ini dinilai mampu membangun rasa memiliki, kepedulian lingkungan, serta kebersamaan di tengah pembangunan ibu kota baru,” ungkap Basuki.
Ia menambahkan, “Otorita IKN secara berkala terus menggelar kegiatan serupa untuk mendukung konsep pembangunan kota berkelanjutan dan rendah emisi di Nusantara.
“Dengan keterlibatan berbagai pihak, kawasan IKN diharapkan tumbuh sebagai kota masa depan yang hijau, sehat, dan layak huni,” tutupnya.(*)
