3.550 Pendayung Guncang Sungai Kayan, Festival Bulungan 2025 Jadi Magnet Wisata dan Ekonomi Baru

TANJUNG SELOR – Deru genderang dan teriakan semangat membelah permukaan Sungai Kayan, Senin (6/10/2025), saat 3.550 pendayung dari seluruh penjuru Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) mengayuh perahu mereka dalam Festival Sungai Kayan 2025.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Bupati Bulungan Syarwani bersama Wakil Bupati Kilat ini menjadi momen kebanggaan bagi masyarakat Tanjung Selor. Ribuan peserta dari 10 kecamatan menyalakan semangat sportivitas dan budaya dalam ajang tahunan yang kini digadang menjadi ikon wisata air Kalimantan Utara.

Festival yang berlangsung 6–8 Oktober ini merupakan bagian dari perayaan HUT ke-235 Kota Tanjung Selor dan HUT ke-65 Kabupaten Bulungan. Tak sekadar perlombaan, kegiatan ini disebut sebagai bentuk pelestarian tradisi bahari dan kearifan lokal masyarakat Sungai Kayan.

“Perahu dayung tradisional ini adalah warisan leluhur kita. Dulu, Sungai Kayan menjadi urat nadi kehidupan dan perekonomian masyarakat Bulungan,” kata Bupati Syarwani, Senin (6/10/2025).

Ia mengungkapkan, kegiatan ini lebih dari sekadar ajang olahraga air, Festival Sungai Kayan juga menjadi penggerak ekonomi daerah. Selama tiga hari pelaksanaan, UMKM lokal diperkirakan mengalami lonjakan omzet signifikan, seiring dengan padatnya pengunjung dan peserta.

“Kegiatan ini memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Kita berharap ke depan Festival Sungai Kayan bisa masuk Calendar of Event Kemenparekraf dan menjadi destinasi wisata unggulan nasional,” tambahnya optimis.

Dijelaskannya, Tahun ini, festival menghadirkan 130 perahu tradisional dengan pembagian enam kategori Kelas 20 Putra (48 perahu), Kelas 20 Putri (25 perahu), Kelas 30 Putra (28 perahu), Kelas 30 Putri (10 perahu), Kelas 50 Putra (12 perahu) dan Kelas 50 Putri (7 perahu).

Selain itu, suasana di tepian Sungai Kayan pun tampak semarak dengan sorak-sorai penonton, iringan musik tradisional, dan aroma kuliner khas Bulungan yang menggoda.

Bupati berharap ke depan, ajang ini tak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga mampu menarik peserta dari regional Kalimantan bahkan mancanegara.

“Festival ini bukti bahwa semangat gotong royong dan budaya bahari masyarakat Bulungan tetap hidup di era modern,” tutupnya.(*)