TANJUNG SELOR – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat atas dukungan yang diberikan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bumi Benuanta.
Ucapan tersebut disampaikan Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy dalam acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Polda Kalimantan Utara yang dirangkaikan dengan doa bersama, Senin (12/1/2025).
“Hari ini jajaran Polda Kalimantan Utara melaksanakan syukuran Hari Lahir Polda Kaltara yang ke-8. Delapan tahun ini merupakan perjalanan panjang dengan berbagai dinamika, tantangan, dan ujian dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” kata Kapolda.
Menurut Kapolda, momentum delapan tahun Polda Kaltara menjadi sarana refleksi dan evaluasi atas kinerja yang telah dilaksanakan selama ini. Berbagai kendala dihadapi, namun situasi keamanan di Kaltara tetap dapat terjaga berkat sinergi semua pihak.
“Atas nama Polda Kaltara kami menyampaikan terima kasih kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, instansi terkait, serta seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung tugas-tugas kepolisian,” ungkapnya.
Irjen Djati menegaskan, ke depan Polda Kaltara masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah, terutama terkait pemberantasan peredaran narkoba, penanganan kasus kriminal yang menjadi perhatian publik, serta tindak pidana korupsi.
“Selain itu, Polda Kaltara juga berkomitmen mendukung program pemerintah, seperti ketahanan pangan dan program makan bergizi gratis,” tegas Irjen Djati.
“Terkait sarana dan prasarana, Polda mendapat dukungan dari Mabes Polri yang diberikan secara bertahap meskipun masih terdapat keterbatasan. Seluruh fasilitas yang ada akan dimaksimalkan untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat,” sambung dia.
Irjen Djati menambahkan, memasuki tahun 2026, Polda Kaltara telah memetakan sejumlah potensi kerawanan, termasuk peredaran narkoba dan konflik antarwarga yang dipicu persoalan sepele. Penanganan cepat akan dilakukan agar konflik tidak berkembang, mengingat Kalimantan Utara merupakan wilayah dengan keberagaman suku yang tinggi.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan seluruh masyarakat Kalimantan Utara sangat kami butuhkan untuk menjaga persatuan dan keamanan bersama. Terkait kondisi toleransi antarumat beragama telahi berjalan baik. Contohnya pada perayaan Natal yang berlangsung aman dan tertib. Kita berharap situasi toleransi antar umat beragama ini dapat terus dipertahankan,” tutupnya.(*)







