TARAKAN — Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali membidik kursi di Senayan pada Pemilu 2029 mendatang . Target itu menjadi bagian dari evaluasi sekaligus langkah kebangkitan partai setelah Hanura gagal menempatkan wakilnya di DPR RI pada Pemilu 2019 dan 2024.
Ketua DPD Partai Hanura Kaltara, Ingkong Ala mengatakan, evaluasi terhadap hasil pemilu sebelumnya menjadi catatan penting bagi seluruh kader untuk menyusun strategi baru menghadapi Pemilu 2029.
“Hanura memiliki pengalaman menempatkan wakilnya di DPR RI sejak pertama kali menjadi peserta Pemilu 2009. Pada Pemilu 2014, perolehan suara partai bahkan mengalami peningkatan,” kata Ingkong Ala saat gelar rapat teknis dan Arahan tim Task Force DPP Hanura di Kota Tarakan, Jumat (21/8/2026)
Namun, capaian itu tidak berlanjut pada Pemilu 2019. Hanura tidak mampu memenuhi ambang batas parlemen sehingga kehilangan keterwakilan di Senayan. Kondisi serupa kembali terjadi pada Pemilu 2024 ketika perolehan suara Hanura belum mampu meningkat secara signifikan di berbagai tingkatan.
“Ini menjadi catatan penting, perlu dilakukan evaluasi dan analisa agar Partai Hanura yang saat ini sedang melangkah maju bisa kembali ke Senayan pada Pemilu Legislatif 2029 mendatang,” ujarnya.
Ingkong bilang, langkah DPP Partai Hanura membentuk Tim Task Force merupakan bagian dari strategi untuk mengembalikan eksistensi partai sekaligus meningkatkan perolehan suara di berbagai daerah, termasuk Kaltara.
“Karena itu, konsolidasi tidak hanya diarahkan untuk menghadapi agenda internal partai, tetapi juga menjadi upaya membangun kembali kekuatan politik Hanura di daerah dan nasional,” ucap dia.
Ingkong menilai seluruh kader harus memiliki semangat yang sama untuk mengembalikan Hanura sebagai kekuatan politik yang diperhitungkan. Target kembali ke Senayan pada 2029, membutuhkan kerja organisasi yang lebih terukur dan konsisten.
“Selain memperkuat mesin partai, Hanura Kaltara mulai menyiapkan struktur organisasi untuk menghadapi verifikasi partai politik pada 2027. Saat ini, lima DPC Hanura di Kaltara telah terbentuk dan mendapatkan SK dari DPP,” jelasnya.
Di tingkat PAC, sebanyak 47 dari total 55 PAC di Kalimantan Utara telah terbentuk dan sedang menjalani proses verifikasi serta pembaruan SK. Struktur tersebut tersebar di Bulungan 10 PAC, Tana Tidung lima PAC, Tarakan empat PAC, Malinau 12 PAC dari 15 PAC, serta Nunukan 16 PAC dari 21 PAC.
“Kami berharap kehadiran Tim Task Force Partai Hanura di Kaltara, hari ini akan meramu strategi yang ampuh, terutama mempersiapkan Partai Hanura bisa lolos dalam verifikasi administrasi dan verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum sehingga Partai Hanura kembali menjadi peserta Pemilu 2029,” tegasnya.
Ia menegaskan, target politik itu pada akhirnya harus bermuara pada kemampuan kader memenangkan kembali kepercayaan masyarakat. Karena itu, seluruh kader didorong untuk menata struktur dan administrasi partai sekaligus aktif membangun hubungan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan.
“Saya berharap konsolidasi yang dilakukan sejak sekarang dapat menjadi fondasi bagi kebangkitan Hanura di Kaltara sekaligus membuka jalan bagi partai untuk kembali mengirimkan wakilnya ke DPR RI pada Pemilu 2029,” pungkasnya.(*)







